Pemkab Klaten Masih Meluncurkan Bansos, Bupati: Bukan Solusi Jangka Panjang
Pemkab Klaten juga akan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan untuk menyerap tenaga kerja.
KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten masih akan meluncurkan program bantuan sosial (bansos) sebagai upaya untuk menanggulangi angka kemiskinan. Namun, program itu bukan solusi jangka panjang.
"Program bansos masih tetap diluncurkan, tapi itu bukan solusi jangka panjang. Yang akan dikedepankan adalah pelatihan penguatan kapasitas," kata Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten, saat ditemui usai acara Sambung Rasa di Desa Pandes Kecamatan Wedi, Kamis (13/11/2025).
Melalui pelatihan penguatan kapasitas diharapkan muncul UMKM-UMKM baru, pengusaha-pengusaha baru. Di sisi lain, Pemkab Klaten juga akan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan untuk menyerap tenaga kerja. "Insya Allah, saya yakin pasti nanti kemiskinan akan turun dengan cepat," ujarnya.
Saat ini angka kemiskinan di Kabupaten Klaten turun menjadi 11 persen. Ke depan, diharapkan bisa turun pada angka satu digit dengan kolaborasi bersama sejumlah pihak.
Cepat turun
Bupati berharap keberhasilan Pemkab Klaten memitigasi permasalahan. Dengan perubahan dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) ke DTSEN (Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional) akan lebih efektif meluncurkan program sehingga angka kemiskinan bisa lebih cepat turun.
Intervensi yang dilakukan, diawali dari perbaikan data agar target sasaran bisa tepat. Salah satunya yang menjadi fokus utama yakni program rehab rumah tidak layak huni (RTLH) yang jumlahnya masih ribuan.
Pada acara sambung rasa tersebut, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo didampingi Wakil Bupati Benny Indra Ardhianto, Pj Sekda Jaka Purwanto dan Kepala Desa Pandes Heru Purnomo meluncurkan aplikasi Pandes Dalam Genggaman "Si Mentes." (*)
Masal Gurusinga
