Warga di Klaten Ingin Pasar Murah Sembako Digelar Tiap Bulan
Harganya sangat murah dan barang-barang yang ada di dalam paket, yang dibutuhkan warga.
KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Pelaksanaan pasar murah sembako oleh Pemkab Klaten melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) setempat sudah yang ketiga kalinya. Dari awal pelaksanaan hingga ketiga ini, warga menginginkan agar pasar murah bisa digelar setiap bulan.
Warga beralasan pasar murah sembako sangat membantu dan bermanfaat di tengah situasi harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di pasaran cenderung tidak stabil.
"Kalau bisa acara seperti ini dilaksanakan setiap bulan, harganya sangat murah dan barang-barang yang ada di dalam paket, barang-barang yang dibutuhkan warga," kata Joko, warga Tulung di lokasi pasar murah sembako Pemkab Klaten di Kantor Kecamatan Tulung, Jumat (6/3/2026).
Sekedar informasi, warga cukup menebus paket sembako pada pasar murah dengan Rp 10 ribu saja. Paket tersebut berisi beras 2 kilogram, gula 1 kilogram, minyak goreng 1 liter dan 4 mi instan. "Kalau dihitung-hitung untuk beli empat bungkus mi instan saja sudah lebih dari Rp 10 ribu, jadi ini ya murah banget," ujarnya menambahkan.
Ketiga kali
Pasar murah sembako di Kantor Camat Tulung adalah yang ketiga kali dilaksanakan Pemkab Klaten. Sebelumnya di Kantor Camat Ngawen dan Kantor Camat Delanggu. Di setiap pelaksanaan pasar murah sembako menjelang lebaran ini, Pemkab Klaten menyediakan 1.200 paket.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo hadir langsung dalam acara tersebut bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Muhammad Nasir, Kepala DKUKMP Anang Widjadmoko, Kabag Perekonomian Tomisila Aditama, Camat Tulung Hendry Pamungkas dan kepala desa se-Kecamatan Tulung.
Dalam sambutannya, bupati menyampaikan pasar murah sembako dilaksanakan dua kali setahun menjelang lebaran dan akhir tahun. Sebab, pada momen tersebut harga kebutuhan pokok masyarakat mengalami kenaikan.
Sambil bercanda di depan warga yang sudah berkumpul di tenda pelaksanaan pasar murah, dia melontarkan dua pertanyaan kepada warga.
Disesuaikan APBD
“Program niki terus berjalan napa mboten Bapak/Ibu?”
Dijawab jalan terus.
“Setiap napa Bapak/Ibu?”
Warga menjawab setiap bulan.
Menanggapi jawaban warga tersebut, bupati berkata akan disesuaikan dengan APBD. Bupati berharap ke depan semoga PAD Kabupaten Klaten meningkat sehingga jumlah warga yang bisa mendapatkan sembako juga makin bertambah.
Kupon pembelian
"Kalau sekarang 1.200, ke depan semoga meningkat, meningkat dan meningkat, sehingga semakin bertambah warga yang bisa mendapatkan sembako murah," kata Hamenang Wajar Ismoyo yang juga mantan Ketua DPRD Klaten itu.
Camat Tulung, Hendry Pamungkas, menyampaikan di wilayahnya ada 18 desa. Untuk kelancaran pelaksanaan pasar murah sembako, pihaknya bekerja sama dengan kepala desa untuk mendistribusikan kupon pembelian kepada warga yang membutuhkan.
Sebab, syarat penebusan paket sembako menunjukkan KTP, kupon dan uang Rp 10 ribu. "Termasuk kami jadwal juga. Untuk tiap sesi dibagi enam desa agar tertib dan tidak terjadi penumpukan warga," jelas Hendry kepada wartawan. (*)
Masal Gurusinga
