Puluhan IKM dan Ritel Pameran di Royal Ambarrukmo Yogyakarta

Peserta berasal dari subsektor kerajinan, tekstil atau batik serta makanan dan minuman.

Puluhan IKM dan Ritel Pameran di Royal Ambarrukmo Yogyakarta
Gelar Potensi Industri dan Kerajinan Jogja 2026 Alun-alun Royal Ambarrukmo Yogyakarta. (yvesta putu ayu palupi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Puluhan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) serta pelaku ritel di DIY mengikuti pameran produk kerajinan dan industri lokal di Alun-alun Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Pameran yang digelar menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dilaksanakan selama tiga hari, 6-8 Maret 2026.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yuna Pancawati, di sela acara Sabtu (7/3/2026) mengungkapkan kegiatan itu memperluas akses pasar sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat saat Ramadan dan menjelang Lebaran.

Dalam pameran bertajuk Gelar Potensi Industri dan Kerajinan Jogja 2026 tersebut, sekitar 50 pelaku IKM dari berbagai subsektor turut berpartisipasi, mulai dari kerajinan, tekstil atau batik hingga produk makanan dan minuman.

"Kegiatan ini juga diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Jadi DIY sekaligus momentum Ramadan dan menjelang Idul Fitri," ungkapnya.

Dalam negeri

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi upaya pemerintah daerah untuk mendorong penggunaan produk dalam negeri sekaligus memperluas pemasaran bagi pelaku IKM di Yogyakarta.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri, memperluas akses pemasaran bagi IKM, serta memperkuat daya saing industri kerajinan di Daerah Istimewa Yogyakarta,” tambahnya.

Yuna menjelaskan para peserta yang mengikuti pameran telah melalui proses pendaftaran dan kurasi. Seluruh pelaku usaha yang terlibat merupakan IKM yang memproduksi sendiri produknya serta telah memiliki legalitas usaha.

“Peserta berasal dari subsektor kerajinan, tekstil atau batik, serta makanan dan minuman. Semua merupakan pelaku IKM yang memproduksi sendiri produknya dan sudah memenuhi persyaratan legalitas usaha,” jelasnya.

Strategi pemasaran

Selain pameran produk, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai agenda pendukung seperti talkshow mengenai pemberdayaan IKM, strategi pemasaran, hingga perkembangan ekonomi syariah. Berbagai hiburan juga ditampilkan untuk masyarakat yang datang menjelang waktu berbuka puasa.

Yuna berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha, tetapi juga mampu meningkatkan nilai transaksi serta membuka peluang pasar baru bagi produk industri dan kerajinan dari Yogyakarta.

“Harapannya melalui kegiatan ini dapat terjadi peningkatan nilai transaksi, perluasan akses pasar, serta penguatan industri kerajinan di DIY,” katanya.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Noviar Rahmad, menilai sektor industri kecil dan menengah memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah. Selain menyerap tenaga kerja, sektor ini juga menjadi bagian penting dari identitas budaya dan ekonomi kreatif Yogyakarta.

Sektor penting

“Sektor industri kecil dan menengah serta kerajinan merupakan salah satu sektor penting dalam perekonomian daerah. Selain membuka lapangan kerja, sektor ini juga menjadi bagian dari identitas budaya sekaligus kekuatan ekonomi kreatif yang dimiliki Yogyakarta,” ujarnya.

Menurut Noviar, Pemda DIY terus berkomitmen mendorong pengembangan sektor industri dan kerajinan agar semakin inovatif dan memiliki daya saing tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dia menambahkan, kegiatan seperti pameran industri dan kerajinan ini juga menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat untuk memperkuat jejaring serta mempromosikan produk lokal.

Melalui kegiatan seperti ini diharapkan tercipta ruang promosi, pertukaran ide, serta penguatan jejaring antara pelaku industri, pemerintah dan masyarakat.

Persaingan industri

Dengan momentum Ramadan dan menjelang Idul Fitri yang identik dengan meningkatnya konsumsi masyarakat, pameran ini juga menjadi kesempatan bagi pelaku IKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada pasar yang lebih luas.

"Sekaligus memperkuat posisi produk lokal Yogyakarta di tengah persaingan industri yang semakin ketat," kata dia. (*)