Kelola Rp 64,2 Miliar Dana ZISKA, Lazismu Fokus Inovasi Berkelanjutan untuk Tekan Kerentanan Sosial di Jogja
Lazismu DIY sukses menghimpun Rp64,2 Miliar dana ZISKA di tahun 2025. Simak capaian penyaluran Rp45,2 Miliar untuk 75.961 penerima manfaat dan komitmen transparansi WTP
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA--Lazismu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan taringnya sebagai lembaga amil zakat terpercaya dengan mencatatkan performa gemilang sepanjang tahun 2025. Dalam agenda Public Expose 2025 yang berlangsung di Yogyakarta, Jumat (06/03/2026), Lazismu DIY mengumumkan total penghimpunan dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Keagamaan Lainnya (ZISKA) mencapai angka fantastis sebesar Rp64,2 Miliar.
Ketua Lazismu DIY, Jefree Fahana, bersama Sekretaris Eka Yuhendri memaparkan bahwa capaian ini merupakan buah dari kepercayaan masyarakat yang terus meningkat. Dengan mengusung tema “Inovasi Berdampak dan Berkelanjutan”, Lazismu DIY berkomitmen mengubah potret paradoks kemiskinan di Yogyakarta menjadi kemandirian yang nyata.
Menjawab Paradoks Sosial Jogja
Meskipun kualitas pembangunan manusia di DIY tergolong kuat dengan angka partisipasi sekolah mencapai 83,92%, fakta di lapangan menunjukkan masih ada 5,99% penduduk usia sekolah yang belum tersentuh pendidikan. Selain itu, sekitar 8,98% penduduk belum memiliki jaminan kesehatan.
“Data ini menunjukkan masih ada kelompok masyarakat yang hidup dalam kerentanan di tengah kemajuan DIY. Di sinilah zakat dan infak hadir sebagai jembatan menuju kesejahteraan yang lebih merata,” tegas Jefree Fahana dalam paparannya.
Hingga tahun 2025, Lazismu DIY telah menyalurkan dana sebesar Rp45,2 Miliar yang menyasar total 75.961 penerima manfaat, baik individu maupun lembaga. Distribusi ini tersebar ke dalam enam pilar utama:
Pilar Pendidikan: Mengucurkan Rp6,04 Miliar untuk 5.853 penerima manfaat, termasuk melalui program Beasiswa Sang Surya.
Pilar Kesehatan: Menyalurkan Rp1,9 Miliar guna membantu akses kesehatan bagi 13.487 warga.
Pilar Sosial Dakwah: Menjadi pilar dengan serapan terbesar mencapai Rp7,3 Miliar untuk 24.877 penerima.
Pilar Kemanusiaan: Mendistribusikan Rp4,1 Miliar bagi 6.895 jiwa yang membutuhkan bantuan darurat.
Pilar Ekonomi & Lingkungan: Mendorong kemandirian UMKM melalui kucuran dana Rp861 juta serta aksi pelestarian lingkungan sebesar Rp93 juta.
Predikat WTP 7 Tahun Berturut-turut
Sekretaris Lazismu DIY, Eka Yuhendri, menekankan bahwa akuntabilitas menjadi kunci utama lembaga. Terbukti, Lazismu DIY berhasil mempertahankan opini audit Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama tujuh tahun berturut-turut, mulai dari 2018 hingga 2024. Prestasi ini memperkuat posisi mereka sebagai "Lazismu Terbaik Nasional" pada tahun 2024 dan 2025.
"Kami tidak hanya sekadar menyalurkan dana, tapi kami mengukur dampak jangka panjangnya. Kami ingin memastikan mustahik (penerima zakat) bisa naik kelas menjadi muzakki (pemberi zakat) melalui program seperti Kampung Berkemajuan," ujar Eka Yuhendri. (*)
Siaran Pers
