UMY Fasilitasi Ratusan Mahasiswanya Mudik Gratis

Biasanya kalau naik kendaraan umum itu lumayan mahal harga tiketnya. Sekarang bisa nol rupiah budget pulang.

UMY Fasilitasi Ratusan Mahasiswanya Mudik Gratis
Mahasiswa UMY dengan riang memasuki armada yang disiapkan kampus untuk Mudik Bareng UMY 2026. (muhammad zukhronnee muslim/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Sabtu pagi (7/3/2026), Selasar Gedung Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tidak seperti biasanya. Ratusan mahasiswa berkumpul dengan tas besar dan wajah berseri, menanti momen yang telah lama mereka dambakan: pulang ke pelukan keluarga.

Di antara deru mesin 13 armada yang siap berangkat, terselip kisah-kisah haru tentang harapan, perjuangan dan kepedulian sebuah institusi kepada mahasiswanya.

Bagi Fauzan, mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2022, perjalanan menuju Palembang tahun ini terasa jauh lebih emosional. Di saat rindu memuncak, keluarganya di Ogan Komering Ilir baru saja tertimpa musibah banjir yang menguras energi dan kondisi ekonomi mereka.

Alhamdulillah, UMY menyediakan mudik gratis rute Palembang. Ini sangat membantu saya di akhir masa studi,” katanya penuh rasa syukur. Baginya, tiket bus yang kini mencapai Rp 800 ribu hingga Rp 900 ribu adalah beban berat yang berhasil terangkat berkat kepedulian kampusnya.

Tiket mahal

Senada dengan Fauzan, Rifqi Alvian, mahasiswa Ilmu Komunikasi asal Metro, Lampung, merasa program ini adalah sebuah "privilege" atau hak istimewa yang luar biasa bagi perantau.

“Biasanya kalau naik kendaraan umum itu lumayan mahal harga tiketnya. Sekarang bisa nol rupiah budget pulang,” ujarnya. Kini dia bisa mengalihkan biaya transportasi untuk keperluan lain di hari raya Idul Fitri 1447 H.

Program "Mudik Bareng UMY 2026" tahun ini mencatatkan lonjakan antusiasme yang luar biasa. Dari 675 pendaftar, sebanyak 335 mahasiswa terpilih melalui seleksi ketat yang mengutamakan aspek kesehatan untuk menjamin keselamatan selama perjalanan jauh.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UMY, Prof Dr Dyah Mutiarin SIP MSi menjelaskan fasilitasi ini adalah bentuk nyata kasih sayang kampus kepada para pejuangnya di perantauan.

Meningkat drastis

“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sehingga semakin banyak mahasiswa yang merasakan manfaatnya,” harapnya dalam sambutan pelepasan.

Direktur Direktorat Komunikasi Publik UMY, Dr Ratih Herningtyas SIP MA menambahkan jumlah peserta tahun ini meningkat drastis dari hanya 116 orang pada tahun lalu menjadi total 358 orang, termasuk para pendamping.

Perluasan rute hingga ke Pulau Sumatera menjadi faktor utama di balik melonjaknya angka partisipasi ini. Dengan dukungan mitra dari BMT UMY dan armada dari Big Bird, para mahasiswa difasilitasi dengan berbagai kenyamanan. Peserta yang pernah ikut sebelumnya mengenang betapa serunya perjalanan yang diisi dengan karaoke dan interaksi akrab antar-teman lintas fakultas.

Tepat pukul 09:45, 13 armada yang terdiri dari 9 bus, 3 Hiace dan 1 Innova mulai bergerak meninggalkan kampus menuju berbagai destinasi seperti Brebes, Surabaya, Bekasi, hingga Palembang.  “Jangan lupa berdoa. Semoga sampai di kampung halaman dengan selamat dan dapat berkumpul bersama keluarga tercinta," katanya. (*)