KONI Gianyar dan Berau Tertarik Sistem Pembinaan Atlet di Sleman

Info yang saya terima KONI Sleman sering meraih juara umum di setiap gelaran Porda DIY.

KONI Gianyar dan Berau Tertarik Sistem Pembinaan Atlet di Sleman
Di depan kantor KONI Sleman Pengurus KONI Gianyar foto bersama dengan pengurus KONI Sleman. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Secara bergantian sejumlah pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Gianyar Provinsi Bali dan pengurus KONI Berau Provinsi Kalimantan Timur studi banding ke sekretariat KONI Sleman di kompleks Stadion Maguwoharjo, Jumat (6/3/2026).

Pertama datang, sejumlah pengurus KONI Gianyar yang dipimpin ketuanya Dewa Gede Alit Murdiarta.  Belum selesai perbincangan, disusul sejumlah pengurus KONI Berau yang dipimpin Ketua bidang Organisasi Marsana. Kedatangan kedua rombongan diterima secara bergantian oleh Ketua KONI Sleman Haris Sutarta didampingi sejumlah pengurus KONI Sleman.

Kedatangan dua rombongan dari daerah berbeda tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu ingin mengetahui kiat-kiat pengurus KONI Sleman membina atletnya, hingga atletnya menjadi berkualitas yang dibuktikan sering meraih juara puncak di setiap gelaran Porda DIY.

"Info yang saya terima KONI Sleman sering meraih juara umum di setiap gelaran Porda DIY. Padahal info yang saya terima dana hibah yang diterima dari pemerintah daerah juga tidak terlalu banyak. Oleh karena itu, kami ingin mengetahui kiat apa yang dilakukan para pengurus KONI Sleman dalam membina atletnya hingga KONI Sleman berkali kali meraih juara umum dalam gelaran Porda" kata Alit.

Banyak dana

Menurut Alit, KONI Gianyar memiliki 52 cabang olahraga dengan dana hibah yang diterima dari Pemda Gianyar sebesar Rp 13,4 miliar. Prestasi yang diraih, setiap Porprov KONI Gianyar selalu meraih rangking 4 dan baru Porda tahun 2025 meningkat menjadi rangking 3 dari 9 kabupaten/kota di Provinsi Bali.

"Kami sadar, dalam Porprov di Bali, KONI Gianyar sulit meraih juara umum dengan mengalahkan KONI Badung yang memiliki banyak dana. Namun kami ingin atlet Gianyar bisa semakin berkualitas sehingga prestasinya bisa naik kelas. Oleh karena itu, kami ngangsu kaweruh kiat yang dilakukan KONI Sleman dalam membina atletnya hingga bisa meraih prestasi gemilang," kata Alit.

Ungkapan senada disampaikan Ketua Bidang Organisasi KONI Berau, Marsana. Menurutnya, Porprov di Kaltim diselenggarakan empat tahun sekali.

"Dalam Porprov di Kaltim, selama ini dari 10 kontingen Kabupaten dan Kota se Kaltim, kontingen KONI Berau baru bisa meraih rangking lima. Sehingga kami belajar ke KONI Sleman, dengan harapan ke depan prestasi kontingen KONI Berau bisa naik kelas," kata Marsana.

Badan fungsional

Menanggapi pertanyaan sejumlah pengurus KONI dari dua Kabupaten tersebut, Ketua KONI Sleman Haris Sutarta mengatakan KONI Sleman memiliki 52 cabor dan tiga badan fungsional. Tahun 2026, dana hibah yang dijanjikan oleh Pemkab Sleman sebesar Rp 7,2 miliar.

Sedang prestasi yang diraih di antaranya empat kali berturut-turut juara umum Porda DIY, dan pada Porda DIY ke-18 yang akan digelar di Kabupaten Kulonprogo tahun 2027, KONI Sleman juga pasang target juara umum lagi.  Persiapan yang akan dilakukan, sama dengan persiapan yang dilakukan menjelang Porda sebelumnya. Yakni menyelenggarakan Puslatda bagi seluruh cabor selama 14 atau 15 bulan sebelum Porda dimulai.

Untuk meringankan beban cabor menyelenggarakan Puslatda, semua cabor diberi bantuan dana untuk sewa tempat latihan serta biaya pembelian alat habis pakai. Untuk memberi semangat bagi para atlet, setiap Porda, atlet yang meraih prestasi diberi bonus uang.

"Dalam Porda ke 17 tahun 2025 lalu, atlet Sleman yang meraih medali emas diberi bonus Rp 18,5 juta per medali, yang berarti jumlah bonus tersebut jauh lebih sedikit bila dibanding bonus yang diberikan KONI Gianyar terhadap atletnya peraih medali emas yang jumlahnya mencapai Rp 70 juta per medali emas" kata Prof Dr Fauzi, Wakil ketua I KONI Sleman. (*)