Wamendikdasmen Prihatin Melihat Hasil Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah di Klaten

Ada indikasi permasalahan kesehatan yang serius pada anak didik, seperti obesitas, gula darah tinggi, talasemia, anemia dan HB rendah.

Wamendikdasmen Prihatin Melihat Hasil Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah di Klaten
amendikdasmen Republik Indonesia Fajar Riza Ul Haq mengunjungi salah satu stan di Grha Bung Karno Klaten tempat berlangsungnya Gebyar Inovasi Pendidikan tahun 2025. (masal gurusinga/koranbernas.id)
Wamendikdasmen Prihatin Melihat Hasil Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah di Klaten

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Republik Indonesia, Dr Fajar Riza Ul Haq, merasa prihatin saat melihat hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) anak sekolah yang dilaksanakan di dua sekolah di Kabupaten Klaten, Selasa (5/8/2025).

Dua sekolah yang menjadi lokasi pelaksanaan CKG yang dikunjungi langsung oleh Wamendikdasmen Adalah SD Negeri Mlese Kecamatan Ceper dan SMP Negeri 3 Klaten.

Dari temuan tersebut, ada indikasi permasalahan kesehatan yang serius pada anak didik, seperti obesitas, gula darah tinggi, talasemia, anemia dan HB rendah.

"Ini butuh tindakan cepat. Bawa sesegera mungkin anak-anak kita ke Puskesmas atau rumah sakit, ada BPJS gratis supaya anak-anak terhindar dari penyakit kronis di masa depan. Kalau SMP saja terindikasi penyakit gula darah tinggi, obesitas, lima tahun lagi sakitnya bisa tambah parah," katanya pada acara Gebyar Inovasi Pendidikan Tahun 2025 di Grha Bung Karno Klaten, Selasa (5/8/2025).

Pola makan

Penyakit tersebut muncul akibat pola makan tidak sehat, pola hidup tidak teratur, kecanduan gadget, tidur malam hari, belajar tidak fokus. Akibatnya kemampuan literasi dan numerasi juga sulit ditingkatkan.

"Ini adalah tantangan pendidikan hari ini yang membutuhkan tanggung jawab dan kesadaran bapak ibu guru semua. Agar kita bersama-sama mengatasi permasalahan ini bersama-sama secara kolaboratif agar tidak terlambat. Saya khawatir 5 atau 10 tahun lagi rumah sakit penuh, psikolog antre karena banyak anak punya masalah mental dan kejiwaan," ujarnya.

Kalau itu, terjadi kata dia, negara kita akan rugi. Banyak hasil penelitian yang mengatakan satu orang menanggung beban ekonomi 5 hingga 10 orang. Karena tidak produktif atau yang lain tidak sehat.

Akibatnya, beban ekonomi ditanggung seorang. Tentu ini berpengaruh pada sumber daya manusia (SDM) dan ekonomi.

Lebih rumit

Menyinggung permasalahan pendidikan yang terjadi dari masa ke masa, Wamendikdasmen menjelaskan permasalahan pendidikan saat ini lebih rumit dibandingkan 10 tahun atau 20 tahun lalu. Tantangan anak didik hari ini butuh ketelatenan atau kesabaran.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ingin anak-anak Indonesia sehat dan hebat. Salah satunya dengan membiasakan senam anak Indonesia hebat. Di Kabupaten Klaten, semua sekolah baik SD maupun SMP sudah mulai membudayakan. Ada yang seminggu dua kali atau seminggu sekali.

Selain itu, juga membiasakan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat melalui program makan bergizi gratis dan mengintensifkan CKG. Tiga program ini merupakan prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM.

Gebyar Inovasi Pendidikan tahun 2025 dihadiri Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Wakil Bupati Benny Indra Ardhianto, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten beserta jajaran serta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Acara dimeriahkan penampilan 33 stan dari korwil bidang pendidikan kecamatan, MKKS SMP, SMA, SMK yang menampilkan inovasi serta kebermanfaatan untuk pembelajaran. (*)