Jumat, 17 Sep 2021,


kesatuan-bangsa-berbagi-daging-kurban-di-tengah-pandemiPenyaluran daging kurban di Sekolah Kesatuan Bangsa dalam Idul Adha 1442 H. (istimewa)


Yvesta Putu Ayu Palupi
Kesatuan Bangsa Berbagi Daging Kurban di Tengah Pandemi

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Situasi pandemi tidak menyurutkan semangat Sekolah Kesatuan Bangsa (KBS) untuk berkurban dalam Idul Adha 1442 H pada 20 Juli 2021 lalu. Melalui program Qurban bersama KBS 2021, sekolah tersebut berhasil mengumpulkan sebanyak 18 ekor sapi dan 4 ekor kambing untuk hewan kurban.

"Pengumpulan dan penyaluran kurban ini tidak lepas dari kerja sama yang apik antara sekolah, siswa, orang tua, serta para donatur pada tahun ini," ungkap Kursad Duvarci. General Manager SMP-SMA Kesatuan Bangsa, Jumat (23/7/2021).

Menurut Kursad, kegiatan ini sebagai salah satu praktik baik dalam memupuk jiwa sosial siswa sebagai salah satu implementasi pendidikan karakter di sekolah.



Pelaksanaan pemotongan hewan kurban dipercayakan kepada Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan Yogyakarta. Kebijakan ini diberlakukan untuk mengantisipasi kerumunan di masa PPKM Darurat. Sehingga penularan virus tidak terjadi di sekolah. Hewan kurban yang dipotong dikemas dalam bentuk paket kurban di Sekolah Kesatuan Bangsa.

"Total sekitar 2.000 paket daging kurban dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan," jelasnya.

Sementara ketua panitia kegiatan, Lukman Nul Hakim, menyampaikan tahun ini selain didistribusikan di daerah Bantul, hewan kurban juga dibagikan ke berbagai daerah lain seperti, Sleman, Kulonprogo, Gunungkidul, Klaten, Muntilan, dan Temanggung.

Program sekolah dengan motto inspire explore achieve ini diharapkan sebagai upaya untuk berbagi meskipun dalam masa pandemi Covid-19 karena kesehatan dan keselamatan adalah prioritas utama.

“Tantangan bagi panitia dalam menyiapkan paket tersebut adalah harus senantiasa menerapkan protokol kesehatan, mulai dari pemotongan, pengemasan, dan pendistribusian," ungkapnya.

Ditambahkan Kepala Sekolah Kesatuan Bangsa, Ahmad Fauzi, selama pandemi ini sekolah berperan sebagai penanggung jawab tim satgas sekolah. Sekolah asrama tersebut menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti mencuci tangan, mengecek suhu tubuh, menggunakan masker ganda serta face shield, menjaga jarak aman, screening self assessment, dan tes GeNose kepada setiap siswa dan guru serta karyawan. Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penularan dan menjamin kesehatan
setiap warga sekolah.

"Meskipun berada dalam keterbatasan akibat pandemi, semangat berbagi dalam momentum Idul Adha 1442 H tidak luntur," ujarnya. (*)

  • Anak-anak Ibarat Kaca Jangan Sampai Pecah
  • Ini Cara SMPN 1 Jadi Sehat






  • SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini