Ahmad Tomi Wijaya Ditetapkan sebagai Koordinator Pusat Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia 2025-2027
Ini bukan soal jabatan, tapi soal menjaga ruh perjuangan santri dalam bingkai kebangsaan dan keumatan.
KORANBERNAS.ID, JAKARTA -- Ahmad Tomi Wijaya secara resmi ditetapkan sebagai Koordinator Pusat Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia. Penetapan itu sekaligus menggantikan hasil Muktamar V yang oleh berbagai pihak dianggap cacat secara etik dan moral.
Penetapan ini dilakukan melalui muktamar yang sah secara demokratis yang digelar oleh perwakilan kampus di bawah naungan Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia.
Keputusan tersebut muncul sebagai respons atas sejumlah pelanggaran dalam pelaksanaan Muktamar V Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia yang digelar di Universitas Darunnajah Jakarta.
Melalui siaran pers, Selasa (5/8/2025), dalam pernyataan sikap yang dibacakan oleh juru bicara forum, Nauval Alfarizi, disebutkan proses Muktamar V Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia mengabaikan prinsip-prinsip musyawarah, transparansi dan akhlak keorganisasian.
Marwah organisasi
Ahmad Tomi Wijaya merupakan sosok muda yang dikenal sebagai aktivis santri dengan rekam jejak kepemimpinan yang kuat di tingkat wilayah dan nasional. Dia menyatakan kesiapannya memimpin konsolidasi nasional demi mengembalikan marwah organisasi.
"Ini bukan soal jabatan, tapi soal menjaga ruh perjuangan santri dalam bingkai kebangsaan dan keumatan. Saya akan memimpin gerakan ini dengan spirit keadaban dan semangat kolektif," ujar Tomi dalam sambutannya.
Penetapan Ahmad Tomi Wijaya disambut positif ratusan kampus di bawah naungan Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia. Mereka berharap kepemimpinan baru ini mampu merestorasi tata kelola organisasi dan mengembalikan kepercayaan internal atau anggota terhadap Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia. (*)
Siaran Pers
