Minggu, 01 Agu 2021,


walikota-ingin-17-agustus-nanti-kota-jogja-juga-merdeka-vaksinasinyaVaksinasi bagi petugas Gereja Katolik Kota Yogyakarta di Gembiraloka Zoo. (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Walikota Ingin 17 Agustus Nanti Kota Jogja Juga Merdeka Vaksinasinya

SHARE

KORANBERNAS ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Kota Yogyakarta terus menggenjot vaksinasi Covid-19 bagi warganya. Hal ini dilakukan untuk terus memerangi pandemi global Covid-19.

"Semoga 17 Agustus 2021 nanti seluruh warga kota Yogyakarta sudah divaksin," terang Haryadi Suyuti, Walikota Yogyakarta, kepada wartawan usai memantau vaksinasi bagi petugas Gereja Katolik Kota Yogyakarta di Gembiraloka Zoo, Jumat (18/6/2021).

"Jadi saat hari kemerdekaan 17 Agustus, Kota Jogja juga merdeka vaksinasinya," imbuhnya.

Haryadi melanjutkan, pada Juni 2021 Pemkot Yogyakarta diharapkan sudah menyelesaikan vaksinasi bagi lansia. Pihaknya terus memperbanyak tempat-tempat vaksinasi massal seperti yang saat ini dilakukan.

"Usai vaksinasi pada lansia, kita punya usia 50 [kebawah], kita juga punya target yang ketiga yaitu usia 18 tahun keatas. Harapan kami, bekerja keras dengan seluruh teman-teman yang ada, saling bahu-membahu," lanjutnya.

"Saya persilahkan pihak-pihak swasta yang lain untuk menyampaikan kepada kami tempat untuk melaksanakan vaksin seperti ini," pinta Haryadi.

Saat ini Pemkot Yogyakarta sedang memproses salah satu tempat sentra vaksin di samping Dinas Pemerintah di Balaikota. Untuk itu pihaknya juga menjalin kerja sama dengan pihak swasta. Salah satunya adalah mall.

Ia melanjutkan, dinamika kasus positif Covid-19 di DIY meningkat atau terjadi tren positif, maka yang kita kejar adalah terus melaksanakan vaksinasi di tengah-tengah masyarakat. Karena vaksin ini merupakan salah satu hal dimana bisa mencegah Covid-19.

"Tapi jangan lupa bahwa setelah divaksin, ya tetap melaksanakan protokol kesehatan. Jangan mentang-mentang sudah divaksin, lalu abai terhadap protokol kesehatan," katanya.

"Hal yang paling sederhana adalah mentang-mentang sudah divaksin lalu tidak memakai masker dan menciptakan kerumunan," tegasnya.

"Pelaksanaan ibadah di Gereja pun saya rasa sudah diatur sedemikian rupa. Pelaksanaan di masjid juga sedemikian rupa agar tidak terjadi kerumunan yang berpotensi meningkatkan dinamika kasus yang meningkat," tandas Haryadi.

Sementara Adrianus Mardiyo, Romo Vikep (Vikaris Episkopalis) DIY bagian Timur, menambahkan dengan divaksin berarti umat Katolik diajak untuk ambil bagian program pemerintah untuk ikut memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Selain itu, peribadatan di gereja pun berjalan sangat disiplin. Jadi yang datang 50% dari kapasitas. lalu protokol kesehatan dari awal sudah dilaksanakan dengan melakukan pendaftaran lebih dulu. Lalu sesampai di gereja sudah disiapkan petugas-petugas kesehatan dan tempat untuk cuci tangan," paparnya.

Dalam pelaksanaan ibadah, lanjut Mardiyo, semua harus menggunakan masker. Tetapi untuk daerah-daerah di mana ada yang berzona merah maka peribadatan hari Minggu untuk sementara waktu diganti secara daring.

"Termasuk kalau ada umat di lingkungan tertentu itu zona merah dan ada yang terkena Covid-19, maka umat di lingkungan tersebut diperbolehkan beribadat secara online, tidak boleh secara offline. Ini dilakukan untuk mengantisipasi supaya penyebaran covid-19," pungkasnya. (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini