Minggu, 01 Agu 2021,


hasil-uji-coba-smartfren-dan-kominfo-teknologi-5g-diaplikasikan-untuk-penggunaan-lebih-luasUji Coba 5G Kominfo Bersama Smartfren di Galeri Smartfren Jakarta. (istimewa)


Siaran Pers
Hasil Uji Coba Smartfren dan Kominfo, Teknologi 5G Diaplikasikan untuk Penggunaan Lebih Luas

SHARE

KORANBERNAS.ID, JAKARTA--Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerja sama dengan Smartfren, menggelar pengujian 5G tahap kedua. Uji coba dimaksudkan untuk memperlihatkan kinerja dan kemampuan teknologi telekomunikasi terbaru. Uji coba kali ini, memperlihatkan skenario penerapan teknologi 5G pada berbagai variasi perangkat, seperti penggunaan 5G pada Modem WiFi (MiFi), serta pemutaran video 360, virtual reality (VR), VR Game dan augmented reality (AR).


Mulyadi, Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Kominfo, dalam pembukaan acara 5G Trial Kominfo bersama Smartfren di Galeri Smartfren Jakarta, Kamis (17/6/2021), mengatakan, hasil uji coba ini tentu saja ditunggu bersama. Semua ingin melihat seberapa efektif penggunaan frekuensi tinggi untuk layanan 5G.


“Sehingga kita bisa me-review merencanakan kembali bagaimana pita frekuensi tinggi ini digunakan untuk layanan 5G di masa depan. Di samping untuk melihat efektivitas penggunaan frekuensi tinggi untuk layanan 5G, pemerintah juga berharap uji coba ini dapat dilaksanakan untuk mendorong inisiatif ekosistem baru, use case baru, atau aplikasi layanan baru yang bisa digunakan di layanan 5G,” kata Mulyadi sebagaimana rilis yang dikirimkan ke koranbernas.id.

Merza Fachys, President Director Smartfren mengatakan, kehadiran 5G bisa dipastikan akan menjadi game-changer untuk industri telekomunikasi di Indonesia. Setelah sebelumnya operator ini sukses memperlihatkan skenario 5G untuk industri, kali ini ingin memperlihatkan skenario 5G di sisi penggunaan yang lebih variatif dan luas.


“Semoga pengujian ini bisa memberikan gambaran yang jelas, bahwa saat implementasi 5G dilakukan, maka masyarakat serta industri yang akan mendapatkan manfaat besar,” ujar Merza.

Uji coba 5G tahap kedua ini turut didukung oleh ZTE dan Qualcomm. Pengujian ini berhasil memperlihatkan kecepatan hingga lebih dari 1,8 Gbps di berbagai perangkat Customer Premise Equipment (CPE), seperti modem dan MiFi 5G.

Dalam pengujian 5G tahap kedua ini, skenario yang diujikan adalah menggunakan MiFi dan menghubungkannya ke headset VR dan AR. Kemudian pada headset VR tersebut ditayangkan video VR Wonderful Indonesia milik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, video feed dari kamera 360 yang diletakkan di area galeri, streaming game VR menggunakan laptop gaming serta menggunakan headset AR terkoneksi 5G untuk menjalankan perintah tertentu.

Shurish Subbramaniam, Chief Technology Officer Smartfren mengatakan, pihaknya selalu mengedepankan pengalaman terbaik pelanggan di setiap inisiatif yang dilakukan.

“Guna mendukung semua skenario penggunaan 5G yang mewujudkan kecepatan, keamanan, dan koneksi berlatensi rendah sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan perusahaan, Smartfren telah menunjukkan kemampuan infrastruktur end-to-end dalam 5G kami,” katanya.

Smartfren juga telah meletakkan pondasi 5G di seluruh negeri, dengan memanfaatkan inti berbasis teknologi cloud, transportasi yang ditentukan oleh piranti lunak. Radio akan diaktifkan sesuai kebutuhan band dan spektrum. Setiap uji skenario yang ditunjukkan di sini, menunjukkan kemampuan smartfren untuk memenuhi semua skenario penggunaan 5G termasuk koneksi data berkecepatan tinggi, pendidikan cerdik melalui VR, perjalanan virtual, pemantauan jarak jauh untuk Industri, dan banyak lagi.

Sebelumnya di tahun 2019, Smartfren telah sukses melakukan pengujian 5G menggunakan frekuensi 28 GHz di pusat produksi minyak Marunda Reffinery di Marunda, Jawa Barat. Pengujian tersebut memperlihatkan kecepatan 5G tembus sampai 8,7 Gbps di perangkat pemakai.

Adapun pengujian tersebut diselenggarakan dengan skenario penggunaan 5G sebagai pengendalian jalur logistik pengiriman barang serta aplikasi pemeliharaan peralatan produksi di restricted area dengan teknik virtual reality (VR) serta drone. (*)

 



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini