Wakil Ketua DPRD DIY Umaruddin Masdar Silaturahmi ke PWM DIY

Semua pihak harus harus terus menjaga komitmen membangun kerukunan dan harmoni yang produktif.

Wakil Ketua DPRD DIY Umaruddin Masdar Silaturahmi ke PWM DIY
Pertemuan Wakil Ketua DPRD DIY Umaruddin Masdar dengan Ketua PWM DIY Muhammad Ikhwan Ahada. (istimewa)
Wakil Ketua DPRD DIY Umaruddin Masdar Silaturahmi ke PWM DIY

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Wakil Ketua DPRD DIY Umaruddin Masdar melakukan kunjungan silaturahmi ke Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta di Gedung PWM DIY Jalan Gedongkuning Yogyakarta, Rabu (17/12/2025). Umaruddin Masdar diterima Ketua PWM DIY Dr Muhammad Ikhwan Ahada.

Usai pertemuan, anggota DPRD DIY dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan silaturahmi di PWM DIY hanya ngobrol santai dan berdiskusi ringan saja dan mengalir santai.

Namun ternyata dari diskusi ringan tersebut muncul empat topik yang cukup penting. Pertama, soal kerukunan. “Saya dan Doktor Ikhwan sepakat bahwa semua pihak harus harus terus menjaga komitmen membangun kerukunan dan harmoni yang produktif. Perbedaan yang ada tidak perlu dibesar-besarkan. Kepentingan umat dan masyarakat harus diprioritaskan," kata Umaruddin usai pertemuan.

Kedua, lanjutnya, pentingnya menguatkan Yogyakarta sebagai pusat pendidikan yang unggul. Semua pihak harus berpartisipasi mewujudkan Yogyakarta sebagai pusat pendidikan dan belajar yang nyaman, khas dan berkarakter. “Semua pihak harus berpartisipasi mewujudkan sektor pendidikan menjadi kebanggaan dan keunggulan Yogyakarta," ujarnya.

Masalah kemiskinan

Umaruddin menambahkan, topik yang ketiga yang sempat didiskusikan adalah pentingnya pemberdayaan perempuan dan penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah.

“Misalnya soal penanganan masalah kemiskinan dan stunting, keterlibatan perempuan harus nyata dan dimaksimalkan agar program pemerintah berjalan tepat sasaran, terukur dan berhasil," katanya.

Keempat, lanjut Umarudin Masdar, sangat penting dan perlu keterlibatan semua pihak secara aktif yaitu soal penanganan masalah sampah di Yogyakarta. "Dalam penanganan masalah sampah ini semua pihak seperti  ormas dan tokoh agama bersama pemerintah dan pihak terkait harus memberikan solusi dan aksi nyata secara berkelanjutan dan menyeluruh. Selain itu harus ada kolaborasi dari banyak pihak maka masalah sampah akan bisa tuntas," tambahnya.

Menurut dia, sebagai umat beragama dan warga bangsa sejatinya mempunyai visi dan tujuan luhur yang sama. "Visi dan tujuan luhur ini harus kita rawat, harus kita jaga. Karena kita adalah saudara," katanya. (*)