Unisa Festival 2025, Kampus Hijau untuk Mengatasi Perubahan Iklim

Penanaman pohon di sekitar Masjid Walidah Dahlan sebagai simbol nyata kontribusi Unisa dalam mitigasi perubahan iklim.

Unisa Festival 2025, Kampus Hijau untuk Mengatasi Perubahan Iklim
Rektor Unisa, Warsiti, menanam pohon di kampus setempat, Sabtu (11/10/2025). (yvesta putu ayu palupi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim global, Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menegaskan komitmennya sebagai kampus berwawasan hijau dan berkelanjutan melalui penyelenggaraan Unisa Festival 2025, Sabtu-Minggu (11-12/10/ 2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-34 Unisa Yogyakarta, sekaligus momentum memperkuat peran perguruan tinggi dalam mengatasi krisis lingkungan sebagai dampak dari perubahan iklim.

Festival kali ini diselenggarakan di Kampus Terpadu Unisa Yogyakarta, dengan melibatkan ribuan sivitas akademika, masyarakat sekitar dan mitra kampus. Salah satu agenda utama yang menarik perhatian publik adalah aksi penanaman pohon di sekitar Masjid Walidah Dahlan, sebagai simbol nyata kontribusi Unisa dalam mitigasi perubahan iklim.

Rektor Unisa Yogyakarta, Warsiti, menjelaskan aksi penanaman pohon menjadi langkah konkret mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada tujuan ke-13 tentang penanganan perubahan iklim. “Kita paham betul kondisi saat ini, ancaman terhadap perubahan iklim harus diantisipasi dengan membuat kampus hijau,” ujarnya.

Gerakan sosial

Warsiti menyatakan Unisa Festival bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud gerakan sosial yang berkelanjutan. Melalui tema tahun ini, Culture, Green & Healthy, Unisa mengajak seluruh warga kampus untuk hidup ramah lingkungan sekaligus menjaga kelestarian budaya dan kesehatan.

“Harapannya, tema ini menjadi spirit bagi sivitas untuk hidup sehat, baik fisik maupun mental, sekaligus berperan aktif menyelamatkan lingkungan,” tambahnya.

Selama dua hari, berbagai kegiatan digelar untuk memperkuat semangat keberlanjutan. Hari pertama diisi International Culture Festival, Kick Off Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), pop up market, hingga fashion show dengan bahan daur ulang, yang menjadi ajang kreativitas mahasiswa dalam memanfaatkan limbah menjadi karya bernilai seni dan ekonomi.

Pada hari kedua, festival dilanjutkan dengan Unisa Charity Fun Run, pemeriksaan kesehatan dan psikologi, serta donor darah. Tak kalah menarik, Culture Festival menjadi ajang kreativitas setiap program studi menampilkan kekayaan budaya Nusantara melalui stan interaktif.

Islam Berkemajuan

Warsiti menambahkan keberagaman kegiatan ini dirancang agar seluruh sivitas akademika mampu memaknai hubungan antara budaya, lingkungan dan kesehatan dalam satu kesatuan nilai.

“Keberagaman bukan penghalang untuk maju, tapi justru ruang untuk memupuk kebersamaan dan menebar nilai kebaikan. Semua berakar dari nilai budaya dan Islam Berkemajuan,” ucapnya.

Selain mahasiswa dan dosen, Unisa Festival juga melibatkan masyarakat sekitar, mitra kampus dan kelompok disabilitas sebagai bentuk nyata kampus inklusif. Partisipasi lintas kelompok ini menunjukkan komitmen Unisa menjadikan perubahan iklim bukan hanya isu akademis, tetapi tanggung jawab sosial bersama.

Melalui Unisa Festival 2025, Unisa Yogyakarta memperkuat perannya sebagai kampus yang tidak hanya menyiapkan generasi akademis, tetapi juga generasi yang peduli terhadap bumi. Dari kampus hijau inilah, kesadaran ekologis dan nilai-nilai keberlanjutan ditumbuhkan. "Juga berperan menjadi bagian dari solusi terhadap krisis iklim global," kata dia. (*)