Unimugo Segera Mendirikan Fakultas Kedokteran
Diharapkan setahun ke depan Fakultas Kedokteran Unimugo mulai menerima mahasiswa baru.
KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Rektor Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo) Prof Dr Sofyan Anif mengungkapkan perguruan tinggi yang dipimpinnya akan mendirikan Fakultas Kedokteran.
“Pendirian Fakultas Kedokteran salah satu syaratnya harus menjadi perguruan tinggi Unggul. Sekarang dari 13 prodi, 7 prodi terakreditasi Unggul, prodi lainnya segera menyusul, " kata Sofyan Anif saat media gathering, Jumat (13/3/2026), di kampus setempat.
Prof Sofyan menambahkan Unimugo sudah memiliki lahan untuk membangun kampus Fakultas Kedokteran yang lokasinya terpisah dengan prodi lainnya.
Sedangkan tenaga pengajar sejumlah dokter di RSU PKU Muhammadiyah Gombong yang memiliki kompetensi menjadi pengajar di Fakultas Kedokteran. Diharapkan setahun ke depan Fakultas Kedokteran Unimugo mulai menerima mahasiswa baru.
Masih kekurangan
Menurutnya, pendirian Fakultas Kedokteran untuk menjawab kebutuhan kekurangan tenaga dokter. Kementerian Kesehatan merilis Indonesia masih kekurangan 260 ribu tenaga dokter.
Sofyan Anif mengungkapkan Unimugo akan menerapkan subsidi silang dalam pembiayaan pendidikan di Fakultas Kedokteran. Sumbangan institusi untuk mahasiswa baru paling sedikit Rp 150 juta. Lewat model subsidi silang, orang tua dari keluarga yang mampu akan memberi sumbangan lebih dari Rp 150 juta.
Prof Sofyan Anif menambahkan, Fakultas Kedokteran Unimugo tidak memungkinkan menerima mahasiswa dari keluarga tidak mampu dengan pembiayaan bersumber dari bantuan pendidikan dari pemerintah.
Masalahnya, kata dia, besaran bantuan pendidikan pemerintah tidak mencukupi biaya pendidikan kedokteran. “Kampus Fakultas Kedokteran Unimugo sangat mungkin, karena Unimugo sudah memiliki lahan di Kota Kebumen,” katanya.
Peluang kerja
Selain itu, juga akan didirikan prodi lain yang lulusannya memiliki peluang kerja lebih luas, seperti psikologi, komunikasi dan aktuaria.
Prof Sofyan mengakui peran media menjadikan perguruan tinggi yang dipimpinnya semakin besar. Kerja sama dengan media untuk publikasi kinerja dosen dan lembaga akan lebih dioptimalkan.
Kebijakan kerja sama dengan media juga dilakukan saat menjadi Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Dengan publikasi di media siber, UMS dikenal secara global. (*)
Nanang W Hartono
