Tukar Minyak Jelantah Jadi Uang di Jogja, Ini 10 Lokasi "MyPertamina U-Collect" Terdekat
Warga Jogja kini bisa menukar minyak jelantah menjadi saldo rupiah melalui MyPertamina U-Collect di 10 lokasi. Simak daftar titik dan cara penukarannya di sini
KORANBERNAS.ID, SEMARANG--Warga Yogyakarta kini bisa menukar minyak jelantah menjadi saldo rupiah melalui program MyPertamina U-Collect. PT Pertamina Patra Niaga menghadirkan 10 titik pengumpulan minyak jelantah yang terhubung langsung dengan aplikasi MyPertamina.
Peluncuran MyPertamina U-Collect Box berlangsung bersamaan dengan pembukaan Kampoeng Ramadhan Jogokariyan di Masjid Jogokariyan. Program ini bekerja sama dengan PT Noovoleum Indonesia Investama sebagai mitra pengolahan minyak bekas.
Setiap 1 liter minyak jelantah dihargai mulai Rp5.500 dan langsung masuk ke saldo MyPertamina. Program ini memberi manfaat ekonomi sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak bekas secara sembarangan.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menegaskan komitmen perusahaan dalam pengelolaan limbah rumah tangga yang bertanggung jawab. Ia menyebut program ini melanjutkan keberhasilan di Semarang. Selama enam bulan, program serupa di kota tersebut berhasil mengumpulkan 143.545 liter jelantah dengan nilai konversi mencapai Rp796 juta.
Pertamina menempatkan U-Collect Box di lokasi strategis yang dekat permukiman, pasar, dan pusat aktivitas masyarakat.
Berikut 10 titik pengumpulan di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya:
SPBU 41.551.01 Coco Lempuyangan – Gondokusuman
Masjid Jogokariyan – Kota Yogyakarta
SPBU 44.552.04 Maguwo – Sleman
SPBU 44.551.01 Dukuh – Kota Yogyakarta
SPBU 41.552.02 Coco Cokroaminoto – Tegalrejo
SPBU 44.552.08 Monjali – Sleman
SPBU 44.551.18 Piramid – Bantul
SPBU 44.555.35 UII – Sleman
SPBU 41.552.01 Coco Adisucipto – Sleman
SPBU 44.552.01 Mulungan Mlati – Sleman
“Cara menukar jelantah juga mudah. Pengguna cukup membuka aplikasi MyPertamina, masuk ke menu Sustainability Corner, pilih opsi penukaran minyak jelantah, lalu memindai barcode di mesin. Setelah minyak dimasukkan, sistem menghitung volume dan saldo otomatis masuk ke aplikasi,” kata Taufiq melalui siaran persnya, Senin (23/2/2026).
Warga Jogokariyan, Ricca Pricillia, merasakan manfaat program ini. Pedagang di Kampoeng Ramadhan tersebut mengaku kini tidak lagi membuang minyak bekas. Ia menilai prosesnya cepat, praktis, dan lebih ramah lingkungan.
Program ini membuka peluang baru bagi masyarakat untuk mengelola limbah rumah tangga secara bijak sekaligus menambah pemasukan dari sisa minyak goreng. (*)
Siaran Pers
