Dua Warga Bantul Terluka Terkena Ledakan Saat Meracik Mercon
Plafon rusak. Kaca jendela pecah, lantai tempat ledakan retak.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Suasana pagi di Dusun Ngunan Unan RT 25 Kalurahan Srigading Kapanewon Sanden Kabupaten Bantul mendadak ramai, Minggu (22/6/2026).
Sekitar pukul 05:25 terjadi ledakan mercon dari rumah AAN (18). Sontak warga berhamburan menuju lokasi kejadian dan melihat atap rumah AAN beserta plafonnya rusak. Kaca jendela pecah serta lantai tempat ledakan retak.
Sementara AAN dan temannya FZA (19) yang juga warga setempat terluka dan berlumuran darah. Keduanya dilarikan warga dan teman-teman korban ke RS Adyatma menggunakan sepeda motor untuk mendapat perawatan.
"Benar terjadi ledakan dari rumah korban AAN yang saat itu sedang meracik mercon berbahan bubuk mesiu," kata Iptu Rita Hadiyanto, Kasi Humas Polres Bantul.
Empat ons
Peristiwa ini terjadi awalnya AAN berkumpul dengan teman-temanya yakni Ihsan, Adi, Rizal dan Dimas di teras rumah sekitar pukul 05:00.
Tidak lama datang FZA membawa bubuk mesiu atau mercon seberat empat ons dan plastik transparan. Saat itu FZA mengajak membuat mercon namun hanya korban AAN yang bersedia diajak.
Kedua korban membuat mercon di teras rumah sebelah selatan yang berdekatan dengan kursi. Sedangkan empat temannya duduk di kursi yang berada di sebelah timur korban.
Saat itu teman-temanya melihat kedua korban membuat mercon dengan cara memasukkan bubuk mercon ke dalam plastik dan diisi batu kecil atau kerikil kemudian diikat plester bening lalu diletakkan di dekat kedua korban.
Mercon kedua
"Teman-teman yang sekaligus saksi melihat kedua korban telah selesai membuat satu mercon dan sedang membuat mercon yang kedua. Namun saat mercon kedua belum sempat ditali terdengar bunyi ledakan yang keras hingga menyebabkan atap plafon, kaca jendela serta lantai tempat ledakan retak," kata Rita Hadiyanto.
Selain membawa korban, saksi dan tetangga juga melapor ke pihak kepolisian yang segera datang ke lokasi dan mengamankan barang bukti. Selain itu, juga melakukan pemeriksaan. (*)
Sariyati Wijaya
