Terdampak Kemarau, Petani di Klaten Terpaksa Sedot Air dari Sumur Patok

Saluran irigasi kering semua. Alternatifnya harus nyedot air dari sumur patok yang ada di sawah.

Terdampak Kemarau, Petani di Klaten Terpaksa Sedot Air dari Sumur Patok
Narto, petani di Trucuk Klaten menyedot air dari sumur patok untuk dialirkan ke lahan pertanian yang ditanami jagung. ( masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Musim kemarau mulai dirasakan petani di beberapa desa di Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten. Untuk menyelamatkan tanaman jagung miliknya dari ancaman kekeringan, sebagian petani terpaksa menyedot air dari sumur patok yang ada di sawah.

Beberapa desa yang sudah merasakan dampak musim kemarau di antaranya Desa Sajen, Puluhan, Bero, Trucuk dan Sabrang Lor.

Ditemui di lahan pertanian miliknya, beberapa petani mengatakan saat ini mereka benar-benar membutuhkan air untuk menyelamatkan tanaman jagung yang baru berumur setengah bulan.

"Benar, dampak kemarau sudah terasa. Saluran irigasi kering semua dan untuk menyelamatkan tanaman jagung dari ancaman kekeringan, kami terpaksa menyedot air menggunakan mesin pompa air," kata Narto, petani yang tinggal di Dukuh Karangri Desa Puluhan, Jumat (23/8/2024) siang.

Setengah bulan

Bila langkah itu tidak dilakukan maka tanaman jagung bisa tidak terselamatkan. "Setelah hari ini selesai nyedot air, maka setengah bulan lagi akan nyedot air lagi jika kondisi cuaca masih seperti ini. Tapi kalau turun hujan tidak menyedot air," ujarnya.

Saat ini Narto menanam jagung pada lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi di pinggir jalan Ngaran Mlese-Sajen. Dia mulai menyedot air menggunakan mesin pompa air sejak pukul 05:00 dan sudah menghabiskan bahan bakar minyak tujuh liter.

Petani lainnya, Hery, menyatakan ancaman kekeringan sudah mulai dirasakan. Untuk menyelamatkan tanaman jagung yang baru ditanam dia juga dengan terpaksa menyedot air.

"Saluran irigasi kering semua. Alternatifnya harus nyedot air dari sumur patok yang ada di sawah," terangnya.

Pengamatan di pinggir jalan Ngaran Mlese-Sajen tampak sejumlah petani ramai-ramai menyedot air untuk lahan pertanian miliknya. (*)