Talud Ambrol dan Tanah Longsor, Hujan Ekstrem Cemaskan Warga Kebumen

Tebing longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak pukul 14.00 hingga 17.30 WIB. Keluarga korban yang tengah berada di rumah mendengar suara gemuruh keras dari belakang rumah

Talud Ambrol dan Tanah Longsor, Hujan Ekstrem Cemaskan Warga Kebumen
Talud ambrol di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Poncowarno, Kebumen. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN--Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di Kabupaten Kebumen dua hari terakhir ini, mengakibatkan talud ambrol dan tanah longsor di 2 desa. Kerugian materiil akibat kedua kejadian itu mencapai Rp 22 juta. 

Talud yang ambrol masih dalam pembangunan terjadi di Desa, Tirtomoyo, Kecamatan Poncowarno, Rabu (22/10/2025) siang. Pemilik talud Wuwuh menderita kerugian Rp 12 juta. 

Sedangkan tebing longsor terjadi di Dukuh Sipanjang, Desa Selogiri, Kecamatan Karanggayam. Longsoran tanah menimpa rumah Kukuh Al Hidayah. Tembok bagian belakang rumah jebol dan sebagian material tanah masuk ke dalam bangunan. Kerugian materiil diperkirakan Rp 10 juta. 

Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman menjelaskan, tebing longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak pukul 14.00 hingga 17.30 WIB. Keluarga korban yang tengah berada di rumah mendengar suara gemuruh keras dari belakang rumah.

“Begitu dicek, ternyata tebing di belakang rumah longsor dan menjebol dinding berukuran 4x3 meter. Tanah langsung masuk ke bagian dapur dan ruang belakang,” ujar Faris Budiman, Kamis (23/10/2025) 

Korban bersama keluarganya segera menyelamatkan diri dan meminta bantuan warga sekitar. 

Faris Budiman mengimbau masyarakat di wilayah perbukitan agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem.

“Curah hujan masih tinggi, potensi longsor bisa terjadi sewaktu-waktu. Kami minta warga yang tinggal di lereng atau tepi tebing untuk segera melapor jika ada tanda-tanda pergerakan tanah,” pesan Faris Budiman.

Polres Kebumen mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap bencana hidrometeorologi selama musim penghujan, terutama di wilayah rawan longsor seperti Kecamatan  Karanggayam, Karangsambung, Sempor, hingga Alian. (*)