Pengurangan Alokasi Dana Desa Ancam Kepastian Iuran BPJS Ketenagakerjaan RT dan RW
Kepala Desa Tijayan, Joko Lasono mengatakan pada tahun ini kemungkinan dana desa dan alokasi dana desa akan dikurangi. Sehingga, kalau ini benar-benar terjadi, maka Pemdes Tijayan yang tidak punya PAD (Pendapatan Asli Desa) yang sesuai dengan pengeluaran untuk insentif akan menjadi masalah
KORANBERNAS.ID, KLATEN--Pemerintah Desa (Pemdes) Tijayan Kecamatan Manisrenggo Kabupaten Klaten saat ini tengah menghadapi masalah serius. Pasalnya, jika dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) sampai dikurangi maka iuran BPJS Ketenagakerjaan Ketua RT dan Ketua RW dikhawatirkan tidak bisa bayar.
Karenanya, pada acara sambung rasa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di gedung serbaguna Desa Tijayan, Kamis (23/10/2025), perwakilan Ketua RT dan Ketua RW mengusulkan kesejahteraan berupa tambahan insentif kepada Bupati.
Kepala Desa Tijayan, Joko Lasono mengatakan pada tahun ini kemungkinan dana desa dan alokasi dana desa akan dikurangi. Sehingga, kalau ini benar-benar terjadi, maka Pemdes Tijayan yang tidak punya PAD (Pendapatan Asli Desa) yang sesuai dengan pengeluaran untuk insentif akan menjadi masalah.
Saat ditanya terkait insentif untuk Ketua RT dan Ketua RW di wilayahnya, Joko Lasono mengakui ada meski jumlahnya sangat sedikit diantara Rp 50 ribu hingga Rp 75 ribu/bulan. Penyaluran insentif dilaksanakan 2 kali dalam satu tahun.
Menanggapi usulan tersebut, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampailan kalau saat ini kondisi keuangan sedang tidak baik-baik saja. Karenanya, dia meminta Ketua RT, Ketua RW dan masyarakat mendoakan agar PAD Klaten bisa meningkat dan bisa menambah insentif RT dan RW. (*)
Masal Gurusinga
