BPS dan PWI Sleman Kolaborasi Membangun Literasi Statistik

Produk-produk statistik yang dihasilkan oleh BPS perlu disampaikan dan dipubikasikan.

BPS dan PWI Sleman Kolaborasi Membangun Literasi Statistik
Kepala BPS Sleman, Widhi Pranowo, menandatangani nota kesepahaman terkait literasi statistik dengan pengurus PWI Sleman, Rabu (10/12/2025). (istimewa)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Membangun pemahaman dan kemampuan membaca akurasi data merupakan hal yang sangat penting, di tengah derasnya arus informasi dan tantangan ekonomi global maka dibutuhkan literasi statistik kepada masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sleman, Widhi Pranowo, usai menandatangani nota kesepahaman terkait literasi statistik dengan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sleman, Rabu (10/12/2025). Penandatanganan kerja sama dilakukan Kepala BPS Sleman dan Ketua PWI Sleman, Wisnu Wardhana didampingi Wakil Ketua Hasto Sutadi.

"Tema besar kerja sama dengan PWI ini terkait literasi statistik, selama ini terkait data dan statistik yang secara resmi dirilis dan disampaikan oleh BPS kepada masyarakat, pemahaman dan pemaknaan data masih perlu dioptimalkan," kata Widhi.

Menurutnya, produk-produk statistik yang dihasilkan oleh BPS perlu disampaikan dan dipublikasikan melalui  semua media, baik melalui sosial media milik BPS  termasuk dengan jurnalis PWI.

Menghitung kinerja

"Perlu produk statistik yang dihasilkan BPS, berupa indikator-indikator, baik itu menghitung kinerja Pemda ataupun mengukur kejadian di masyarakat, itu perlu perlu disosialisasikan dengan semua media, baik melalui sosmed BPS termasuk media online," jelasnya.

Pihaknya berharap dengan kerja sama ini, pewarta PWI dapat menyampaikan informasi resmi BPS yang berbasis data agar pemberitaan lebih akurat dan mudah dipahami publik.

Dia mencontohkan soal angka kemiskinan maupun pertumbuhan ekonomi. Data-data yang akurat merupakan fondasi utama perencanaan dan evaluasi kebijakan publik serta keberlangsungan pembangunan.

"Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi valid bisa langsung mengakses website BPS Sleman, kami juga membuka konsultasi statistik," ungkapnya.

Sensus Ekonomi

BPS juga sedang gencar mensosialisasikan persiapan Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) yang akan dilaksanakan secara nasional setiap sepuluh tahun sekali. "Partisipasi masyarakat dalam menyosialisasikan Sensus Ekonomi dan kesediaan pelaku ekonomi memberikan data yang akurat, lengkap, dan jujur merupakan wujud nyata kesadaran literasi data," ujarnya.

Sementara itu, Wisnu Wardhana menyampaikan apresiasi atas sinergi yang dibangun BPS. Dia berharap dengan kolaborasi ini mampu meningkatkan literasi statistik masyarakat atas data resmi, sekaligus memperkuat penyajian informasi yang akurat.

"Kami PWI berkomitmen meningkatkan pemahaman masyarakat tentang statistik melalui pemberian yang akurat dan obyektif, kita juga siap mensukseskan Sensus Ekonomi 2026," jelas Wisnu.

PWI Sleman, lanjut dia, juga berkomitmen membangun sinergi dan kolaborasi dengan instansi maupun lembaga lain. Sebelumnya PWI Sleman telah bekerja sama dengan Pusat Bantuan Hukum Perhimpunan Advokat Indonesia (PBH Peradi) Sleman. (*)