Stipram Melepas 835 Lulusan, Diminta Jaga Nama Baik Almamater
Keberhasilan seorang tidak hanya karena kerja keras pribadi, tetapi juga berkat doa orang tua.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STIPRAM) Yogyakarta menggelar Wisuda 2025 dengan melepas sebanyak 835 lulusan dari jenjang Diploma hingga Magister, Rabu (20/8/2025), di kampus setempat.
Ketua STIPRAM Yogyakarta Dr Suhendroyono SH MM M Par CHE CGSP menyampaikan para wisudawan terdiri atas 45 lulusan Program Magister (S2), 551 lulusan Program Sarjana (S1), dan 249 lulusan Program Diploma 3 (D3). “Total ada 835 mahasiswa yang diwisuda pada tahun ini,” ujar Suhendroyono.
Menurut dia, wisuda menjadi momentum penting bagi STIPRAM dalam mencetak sumber daya manusia pariwisata yang siap bersaing, seiring berkembangnya kebutuhan industri pariwisata baik di tingkat nasional maupun global.
Dalam prosesi wisuda, para lulusan juga mendapatkan pesan kehidupan dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V, Prof Setyabudi Indartono MM Ph D untuk tidak berhenti belajar sepanjang hayat.
Doa orang tua
“Bisa jadi Anda di kampus sudah belajar sekian banyak teori. Tapi ingat, di lapangan akan ada banyak sekali teori baru yang harus Anda pahami. Jangan pernah berhenti belajar. Belajarlah sepanjang hidup dengan optimal,” pesannya.
Dia menambahkan, keberhasilan seorang lulusan tidak hanya karena kerja keras pribadi, tetapi juga berkat doa orang tua.
“Ingat, di balik keberhasilan Anda hari ini ada doa orang tua. Perbanyaklah doa untuk mereka, meski sudah tiada. Karena doa mereka pula Anda bisa sukses sampai hari ini,” ujarnya.
Lebih jauh Prof Setyabudi menyatakan lulus kuliah justru menjadi titik awal perjalanan profesional. Para wisudawan diminta menjaga nama baik almamater serta membuktikan kontribusi nyata di masyarakat. “Apa yang Anda raih di dunia profesional adalah bentuk kontribusi Anda dalam membawa nama baik almamater,” tambahnya.
Pentingnya konsistensi
“Dari lulusan Diploma 3 bisa sampai S3 bahkan profesor. Itu bukti bahwa belajar harus dilakukan step by step dan tidak boleh berhenti,” tegasnya.
Budi menyampaikan apresiasi atas capaian STIPRAM. Inilah pentingnya konsistensi perguruan tinggi dalam mendukung mahasiswa sejak awal masuk hingga akhirnya lulus.
“Lebih dari 800 mahasiswa berhasil menyelesaikan studinya hari ini. Ini capaian luar biasa yang menunjukkan komitmen perguruan tinggi memfasilitasi dan melayani dengan baik. Kami berharap para lulusan dapat menjaga integritas dan terus belajar sepanjang hayat,” kata Prof Setyabudi.
Prosesi wisuda menjadi momen berharga sekaligus pengingat bahwa gelar akademik bukanlah akhir, melainkan pintu menuju tugas dan tantangan baru di masyarakat. (*)
Muhammad Zukhronnee Muslim
