Sleman Culture Festival Wujud Kolaborasi Pemkab Sleman dan Jepang

Merupakan salah satu ciri khas keistimewaan serta upaya melestarikan warisan budaya spiritual tradisional dari nenek moyang.

Sleman Culture Festival Wujud Kolaborasi Pemkab Sleman dan Jepang
Sekda Kabupaten Sleman Susmiarto didampingi Ms Sakura Ijuin menjelaskan persiapan acara Pesta Kembang Api yang dirangkum dalam event Sleman Culture Festival, Rabu (20/8/2025). (nila hastuti/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Sebagai upaya penguatan kerja sama bidang kebudayaan antara Indonesia dan Jepang, Sakuranesia dan Pemkab Sleman menjembatani kerja sama ini dengan penyelenggaraan Pesta Kembang Api yang dirangkum dalam event Sleman Culture Festival.

Sleman Culture Festival merupakan sebuah event kolaborasi yang menggabungkan kebudayaan khas Sleman melalui Festival Upacara Adat, Pacuan Kuda d X Pang, penampilan dari siswa siswi Sleman dan ditutup kemeriahan kembang api yang menggambarkan pencapaian mimpi anak- anak, pada 23 Agustus 2025 di Sleman City Hall (SCH).

"Rencana penyelenggaraan pesta kembang api akan dimeriahkan sejumlah event budaya pendukung dari Pemkab Sleman yang keseluruhannya akan dikemas dalam event bertajuk Sleman Culture Festival," kata Susmiarto, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman kepada awak media di Pendopo Parasamya Pemkab Sleman, Rabu (20/8/2025).

Dijelaskan, rencana rangkaian penyelenggaraan Sleman Culture Festival dimulai hari Jumat 22 Agustus 2025 di Lapangan Denggung. Festival Upacara Adat diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan yang diikuti sembilan kontingen terdiri Kapanewon Turi, Kapanewon Sleman, Kapanewon Ngemplak, Kapanewon Gamping, Kapanewon Cangkringan, Kapanewon Minggir, Kapanewon Seyegan, Kapanewon Godean dan Kapanewon Tempel.

Upacara adat

Selanjutnya Festival Upacara Adat pada hari Sabtu 23 Agustus 2025 yang diikuti delapan kontingen yaitu Kapanewon Berbah, Kapanewon Kalasan, Kapanewon Pakem, Kapanewon Moyudan, Kapanewon Mlati, Kapanewon Prambanan, Kapanewon Ngaglik dan Kapanewon Depok.

Kemudian, bazar UMKM diinisiasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman akan diisi beberapa UMKM dan menggelar bazar UMKM mulai tanggal 22 - 23 Agustus 2025 sepanjang penyelenggaraan Sleman Culture Festival pada jogging track sepanjang sisi utara Lapangan Denggung.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan Sleman Ishadi Zayid mengatakan tujuan Festival Upacara Adat adalah sebagai wujud pelestarian budaya spiritual, sekaligus penguatan nilai-nilai kearifan lokal di antaranya Sangkan Paraning Dumadi, Hamemayu Hayuning Bawana, Manunggaling Kawula Gusti bagi masyarakat.

"Upacara adat atau tradisi budaya dinilai menjadi salah satu karya manusia yang harus terus diaktualisasikan agar bermanfaat dan harus dilestarikan sebagai sebuah warisan luhur yang menjadi identitas bagi suatu wilayah," kata Ishadi.

Warisan budaya

Selain itu juga merupakan salah satu ciri khas keistimewaan serta upaya untuk melestarikan warisan budaya spiritual tradisional dari nenek moyang. Tema Kegiatan Festival Upacara Adat Tahun 2025 adalah Ngleluri Tradisi Tumuju Sleman Anggayuh Luhuring Budi.

Sedangkan Ms Sakura Ijuin selaku Sakuranesia society Founder mengatakan Yayasan Sakuranesia Society telah berperan sebagai jembatan persahabatan antara Jepang dan Indonesia, dan kali ini menyambut sekitar 60 tamu dari Jepang.

Selain menyelenggarakan kembang api perdamaian di Indonesia tamu dari Jepang akan melaksanakan tiga kegiatan utama di Sleman yaitu program pertukaran budaya dengan anak-anak di Pesantren An Nasyath, memberikan hadiah kembang api harapan kepada anak-anak Indonesia dan menikmati pesona Yogyakarta secara menyeluruh.

"Sebagai bentuk dukungan nyata, kami juga akan menyerahkan satu set lengkap alat musik marching band beserta kostumnya, serta mendukung program pelatihan secara berkelanjutan selama satu tahun penuh bagi anak-anak," kata Ms Sakura Ijuin. (*)