SMAN 1 Playen Tuan Rumah Road ke-4 Sikomhati.id
Derasnya kemajuan teknologi sering membuat kita terjebak pada framing pikiran yang mengurangi simpati dan empati.
KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL -- Upaya pencegahan perilaku bullying dan cyberbullying di sekolah terus digencarkan melalui implementasi Model Literasi Digital Komunikasi Hati atau Sikomhati.id. Program hasil penelitian hibah DRTPM 2025 ini kembali dilaksanakan di DIY. Kali ini di SMAN 1 Playen Gunungkidul yang populer dengan sebutan Wahabita.
Sekolah itu menjadi tuan rumah pelaksanaan road ke-4 implementasi Sikomhati.id, Kamis (11/9/2025). Kegiatan tersebut diikuti 142 siswa kelas XI, guru bimbingan konseling, guru pendamping hingga jajaran pimpinan sekolah.
Hadir pula Tim Peneliti SIKOMHATI yang diketuai Prof Puji Lestari dari UPN Veteran Yogyakarta (UPNVY), didukung kolaborator akademisi dan praktisi Sri Isworo Ediningsih, Agnes Indar Etikawati, Psikolog dari Universitas Sanata Dharma (USD), Rudy Prakanto dari Balai Tekkomdik DIY serta jajaran asisten peneliti.
Kassubag Tata Usaha SMA N 1 Playen, Arif Bintaro menyatakan pentingnya edukasi terkait bullying yang masih marak terjadi di lingkungan sekolah. “Implementasi ini sangat penting, terutama bagi siswa di Gunungkidul yang perlu mendapatkan bekal literasi digital sekaligus karakter agar tidak terjebak pada perilaku perundungan,” ucapnya.
Era teknologi
Hal senada diungkapkan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Topari, yang melihat Komunikasi Hati sebagai salah satu alternatif membangun empati di era teknologi.
“Derasnya kemajuan teknologi sering membuat kita terjebak pada framing pikiran yang mengurangi simpati dan empati. Cyberbullying salah satunya lahir dari kondisi itu,” ujarnya.
Prof Puji menjelaskan konsep dasar Komunikasi Hati yang dikembangkan sejak 2021. Teori ini berlandaskan pada enam aspek utama yaitu olah pikir, olah rasa, kelola sampah hati, simpati, empati, hingga mencapai damai dan bahagia.
“Orang yang terbiasa mengarahkan pikiran dan perasaan ke hal-hal positif akan membentuk sikap, perilaku, dan kebiasaan baik. Kebiasaan baik inilah yang akhirnya menghadirkan nasib yang baik pula. Sebaliknya, pikiran negatif bisa mengarahkan ke kebiasaan buruk yang berujung pada ketidakbahagiaan,” jelasnya.
Lingkungan pertemanan
Puji yang masuk Top 5 Scientists UPN Veteran Yogyakarta versi AD Scientific Index 2021-2025 ini mengajak siswa terlibat dalam diskusi interaktif. Mereka tampak antusias mengaitkan teori tersebut dengan pengalaman sehari-hari di lingkungan pertemanan.
Sementara Agnes menyampaikan tentang fenomena bullying dan cyberbullying di kalangan remaja. Diskusi terbuka memberi ruang bagi siswa untuk menceritakan pengalaman sekaligus harapan mereka terhadap penerapan aplikasi Sikomhati.id.
Salah seorang siswa, Rahardian, berharap program ini bisa menjadi bagian dari literasi rutin sekolah. Sebab membantu mereka lebih sadar bagaimana berkomunikasi dengan sehat dan saling mendukung.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan buku Komunikasi Hati oleh Prof Puji kepada pihak sekolah dan Balai Tekkomdik. Literasi digital berbasis komunikasi hati diharapkan mampu menjadi solusi preventif terhadap cyberbullying, sekaligus menyiapkan generasi muda agar tidak mudah terprovokasi ujaran kebencian di media sosial. (*)
Yvesta Putu Ayu Palupi
