Seribu Kali Naik Transjogja, Langit Kampanyekan Gerakan Transportasi Umum di Jogja

Langit mempromosikan penggunaan transportasi umum kepada teman-teman sekolahnya.

Seribu Kali Naik Transjogja, Langit Kampanyekan Gerakan Transportasi Umum di Jogja
Kelana Langit Senja, atau Langit siswa SMP kelas 8 di Sanggar Anak Alam. (istimewa) 
KORANBERNAS.ID,YOGYAKARTA - Sebuah semangat baru muncul saat siswa SMP Sanggar Anak Alam di Nitiprayan, Bantul menunjukkan kepeduliannya terhadap penggunaan transportasi umum. Dia adalah Kelana Langit Senja, atau Langit, seorang siswa SMP kelas 8 di Sanggar Anak Alam.

Langit telah melakukan lebih dari 1000 perjalanan menggunakan Transjogja dan TemanBus dalam setahun terakhir, dan aktif mempromosikan penggunaan transportasi umum kepada teman-teman sekolahnya.

"Transportasi umum bukan hanya tentang perjalanan, tetapi juga tentang bagaimana kita memandang dan merasakan kota kita. Dengan menggunakan transportasi umum, kita tidak hanya berkontribusi pada lingkungan yang lebih bersih dan lebih aman, tetapi juga menjadi bagian dari komunitas yang lebih besar," kata Langit, dalam keterangan tertulisnya Rabu (22/11/2023)

Ia juga menjadi anggota aktif dalam komunitas "Transport for Yogyakarta," sebuah gerakan yang berfokus pada peningkatan pemanfaatan dan kesadaran transportasi umum.

Salah satu kontribusi Langit yang patut diacungi jempol adalah dalam pembuatan wayfinding, yakni poster rute perjalanan TemanBus dan Transjogja. Poster ini ditempelkan di halte-halte yang membutuhkan, memberikan informasi yang jelas kepada pengguna transportasi umum.

"Kita semua memiliki peran dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih baik. Saya percaya bahwa dengan berbagi pengetahuan dan pengalaman, kita dapat membantu orang lain untuk melihat manfaat dari transportasi umum dan mendorong mereka untuk mencobanya," tambahnya.

Langit juga terlibat dalam kegiatan FGD (Focus Group Discussion) yang diadakan oleh Pedestrian Jogja bersama Dishub DIY dan Transport for Yogya. Diskusi ini membahas transportasi umum di Jakarta dan Yogyakarta, memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang tantangan dan peluang pengembangan sistem transportasi umum di kedua kota tersebut.

Menurut data yang dikutip dari goodstat.id tahun 2023, angka kecelakaan di jalan raya mencapai 155 ribu kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 66.602 kecelakaan melibatkan pelajar, terutama yang menggunakan sepeda motor.

Sementara data dari Dirlantas POLDA DIY Yogyakarta pada tahun 2023 menunjukkan bahwa pada semester pertama, terdapat 3.353 kejadian laka lantas dengan 268 korban meninggal dunia dan 4.422 jiwa mengalami luka ringan. Angka kecelakaan pada remaja usia 15-19 tahun, mencapai 792 kasus.

Langit juga menekankan pentingnya pendidikan dan kesadaran tentang keselamatan jalan raya. "Kecelakaan bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja. Tetapi dengan pengetahuan dan kesadaran yang tepat, kita dapat mengurangi risiko dan membuat jalan kita lebih aman untuk semua pengguna," ujarnya.

Angka kecelakaan yang tinggi, terutama pada kalangan remaja, menjadi tantangan serius yang perlu diatasi. Remaja, sebagai pengguna jalan yang masih belajar, sering kali lebih rentan terhadap risiko kecelakaan. Penggunaan sepeda motor, yang cenderung tinggi di kalangan remaja, menjadi salah satu faktor utama penyumbang kecelakaan lalu lintas.

Langkah-langkah yang diambil oleh Langit dan remaja lainnya untuk menggunakan transportasi umum memberikan alternatif yang layak sehingga dapat menjadi solusi untuk mengurangi risiko kecelakaan, kemacetan, dan polusi udara.

Peringatan Hari Perhubungan Darat setiap 22 November 2023 merupakan momentum refleksi terhadap progres dan tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan infrastruktur transportasi darat di negeri ini.

Kepedulian Langit terhadap transportasi umum di DI Yogyakarta memberikan inspirasi bahwa partisipasi siswa SMP dapat menjadi kekuatan positif dalam menciptakan perubahan menuju sistem transportasi yang lebih aman dan berkelanjutan di DI Yogjakarta.(*)