Sejumlah Lokasi di Klaten Penuh Sampah

Dibungkus dari rumah dan dibuang dari atas kendaraan ketika pergi bekerja. 

Sejumlah Lokasi di Klaten Penuh Sampah
Tumpukan sampah di pinggir sungai perbatasan wilayah Desa Towangsan dan Desa Kali Tengah Kecamatan Wedi Klaten. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Sampah masih menjadi masalah serius yang dihadapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten. Ini erat kaitannya dengan kesadaran dan kebiasaan warga.

Berbagai upaya telah dilakukan Pemkab Klaten untuk menangani masalah sampah, seperti membangun TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di beberapa desa dan membentuk satgas penanganan sampah, namun hasilnya belum efektif. Kenyataan di lapangan, masih banyak warga yang membuang sampah di sembarang tempat.

Tidak hanya itu, kesadaran memilah sampah dari rumah pun masih rendah. Padahal, sosialisasi dan edukasi memilah sampah organik dan nonorganik tidak henti-hentinya dilakukan karena kunci berhasilnya penanganan masalah sampah ada di hulu, yakni di rumah tangga.

Di sela-sela pengukuhan dan pelantikan satgas penanganan sampah Kabupaten Klaten di TPA Troketon Pedan pada 12 Desember 2025, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengemukakan ada tiga sektor penanganan masalah sampah di Kabupaten Klaten, pertama di hilir yakni TPA Troketon, kedua di tengah yakni TPS 3R dan ketiga di hulu yakni rumah tangga.

Dibakar

Beberapa waktu lalu, penanganan sampah di Kabupaten Klaten dilakukan dengan cara dibakar dengan insinerator. Namun, Kementerian Lingkungan Hidup melarang. Langkah efektif penanganan sampah dengan memilah sampah dari hulu.

Pengamatan di lapangan, beberapa lokasi pembuangan sampah warga adalah pinggir sungai, bawah jembatan, kebun kosong yang jauh dari permukiman warga. Bahkan pekarangan TPS 3R pun penuh sampah.

Sampah-sampah itu ada yang dibungkus dari rumah dan dibuang dari atas kendaraan ketika pergi bekerja. Ada juga yang dibuang oleh pengelola sampah  desa menggunakan mobil pikap maupun sepeda motor roda tiga.

Timbunan sampah terlihat di tempat pembuangan sampah warga Desa Towangsan Kecamatan Gantiwarno yang berlokasi di pinggir sungai perbatasan wilayah Desa Towangsan dengan Desa Kali Tengah Kecamatan Wedi.

Khusus warga

Terlihat jelas tumpukan sampah. Ditemui di lokasi, beberapa warga yang membuang sampah menggunakan mobil pikap mengatakan tempat sampah itu khusus untuk warga Towangsan. "Dulu tempat ini jadi tempat pembuangan sampah warga Desa Towangsan dan warga Desa Kali Tengah. Tapi sekarang khusus untuk warga Towangsan," katanya.

Sedangkan penanganan sampah di tempat itu dilakukan dengan cara dibakar dan tidak dibuang ke TPA Troketon Pedan.

Pemandangan serupa terjadi di TPS 3R Desa Candirejo Kecamatan Ngawen. Saat ini, pekarangan TPS 3R penuh sampah dan tidak terlihat kegiatan pengolahan sampah di dalamnya. Tak pelak, petani yang mengelola lahan pertanian di sebelah TPS 3R merasa terganggu dengan tumpukan sampah yang nyaris masuk ke lahan pertanian.

"Sudah lama tidak ada kegiatan di dalam (di bangunan TPS 3R). Sekarang, sampah warga diambil dan dibuang ke sini. Saking banyaknya, sampah di pinggir ini mau masuk ke lahan pertanian yang saya kelola," kata pengelola lahan pertanian di sebelah TPS 3R Desa Candirejo. (*)