Aplikasi Mobile JKN Membantu, Akses Lebih Cepat

Fitur ini sangat membantu, terutama bagi ibu hamil yang membutuhkan pelayanan rutin.

Aplikasi Mobile JKN Membantu, Akses Lebih Cepat
Redina Agustin. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Aplikasi Mobile JKN terus memberikan kemudahan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengakses berbagai pelayanan kesehatan. Hal tersebut dirasakan Redina Agustin (26), warga Desa Munggangsari RT 2 RW 3 Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo yang saat ini terdaftar sebagai Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Ditemui di layanan BPJS Keliling, Redina, yang sedang mengandung usia kehamilan lima bulan itu bercerita mengenai layanan JKN khususnya melalui aplikasi Mobile JKN.

Redina datang ke BPJS Keliling karena sempat mengalami kendala mengakses aplikasi Mobile JKN akibat pergantian nomor telepon seluler. Meski demikian, secara keseluruhan Redina menilai Mobile JKN sebagai aplikasi yang mudah digunakan dan sangat membantu peserta.

“Selama ini kesan saya menggunakan aplikasi Mobile JKN sangat baik. Fiturnya lengkap dan mudah diakses. Salah satu yang paling membantu adalah adanya kartu digital JKN. Jadi tidak perlu khawatir kalau mau berobat ke fasilitas kesehatan, cukup menunjukkan kartu digital dari aplikasi,” ungkapnya melalui siaran pers, Senin (6/4/2026).

Cek status

Redina menambahkan, melalui Mobile JKN dia dapat dengan mudah mengecek status kepesertaan, apakah masih aktif atau tidak. Selain itu, peserta juga dapat melakukan pendaftaran di fasilitas kesehatan secara online langsung dari aplikasi.

Menurutnya, fitur ini sangat membantu, terutama bagi ibu hamil yang membutuhkan pelayanan, sehingga lebih cepat.

"Pengalaman saya sebelumnya menggunakan antrean manual, biasanya harus menunggu lama di fasilitas kesehatan. Tapi sekarang dengan antrean online di Mobile JKN, saya bisa daftar dari rumah dan memantau nomor antrean. Jadi waktu tunggu di faskes jadi lebih singkat dan tidak terlalu lama,” jelasnya.

Tak hanya itu, aplikasi Mobile JKN juga memberikan kemudahan dalam mengecek informasi iuran. Dari aplikasi tersebut, Redina mengetahui dirinya masih memiliki tunggakan iuran saat dirinya terdaftar sebagai peserta mandiri, yakni sebelum beralih ke segmen PBI. (*)