Minggu, 09 Mei 2021,


ribuan-santri-ponpes-al-iman-telah-dipulangkanPara santri dijemput orang tua, pulang meninggalkan Pondok Pesantren Al Iman, di Desa Bulus, Purworejo. (istimewa)


Wahyu Nur Asmani EW
Ribuan Santri Ponpes Al Iman Telah Dipulangkan

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Al Iman di Desa Bulus, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, sudah tampak sepi. Tak kelihatan aktivitas seperti biasanya, karena para santri telah dipulangkan ke orang tua/wali masing-masing.

Ribuan santri di Ponpes Al Iman telah dipulangkan menjelang hari raya Idul Fitri 1442 Hijiriah. Proses pemulangan santri pada Minggu (2/5/2021) malam hingga Senin (3/5/2021) siang.



Prosesi pelepasan santri diwarnai dengan acara Muwadaah (pamitan) kepada kyai selaku pengasuh Ponpes dan Selikuran karena bertepatan dengan malam ke 21 bulan Ramadan.

Pada malam pelepasan tersebut juga dibarengi pengumuman kelulusan Madrasah Aliyah (MA). Hasilnya, lulus 100 persen. Selain pengumuman kelulusan, juga pengumuman prestasi santri selama pembelajaran tahun ajaran 2020-2021.

"Baik laki-laki maupun perempuan sejumlah sekitar 3.500 santri dari Ponpes Al Iman dipulangkan. Rangkaian acara dimulai pada malam Senin setelah sholat Tarawih, diisi acara perpisahan dan makan bersama," ungkap KH Hasan Agil Ba’abud, pengasuh Ponpes Al Iman, saat ditemui di kediamannya, kompleks pesantren Al Iman, Selasa (4/5/202101).


Para santri yang berasal dari luar kota, lanjut wan Hasan (panggilan akrab KH Hasan Agil Ba’abud), diharuskan dijemput oleh pihak keluarga atau pihak yang diutus oleh keluarga. Jika tidak ada keluarga yang menjemput, untuk santri putra yang telah berumur 15 tahun ke atas diperbolehkan pulang sendiri dengan kendaraan umum.

"Untuk santri putri atau santri putra yang dibawah 15 tahun, diwajibkan untuk dijemput," jelas wan Hasan.


Untuk santri yang berasal dari luar provinsi, diijinkan pulang pada pertengahan Ramadan. "Paling jauh untuk pemulangan santri kali ini adalah dari Bima NTB. Santri dipulangkan karena menjelang Idul Fitri sudah tidak ada kegiatan lagi di pondok. Kaasihan juga kalau mereka tidak bisa merayakan Idul Fitri di tempat asal mereka," ungkapnya.

Sebelum dipulangkan, ungkap wan Hasan, para santri menjalani rapid test terlebih dahulu. Dalam pelaksanaan rapid test, pihak pesantren bekerja sama dengan Puskesmas Gebang. Proses pemulangan santri juga mendapat pengawalan dari pihak Polsek Gebang.

"Santri akan kembali lagi ke pesantren pada 20 syawal," imbuhnya.

Pesantren tertua di Purworejo tersebut memang sangat memperhatikan protokol kesehatan saat proses pemulangan santri mengingat masih adanya pandemi Covid-19.

Pada kegiatan saat di pesantren, pihaknya juga sangat memperhatikan protokol kesehatan, seperti tidak membolehkan para santri keluar pesantren secara sembarangan.


"Untuk santri yang ngaji laju juga diharuskan untuk menetap saja di pondok. Kunjungan orang tua juga dibatasi," imbuh pengasuh Ponpes Al Iman yang telah berdiri sejak tahun 1828 tersebut.


Pihaknya mengimbau agar para santri bisa menjaga nama baik pesantren saat di kampung halaman masing-masing, terutama dengan penerapan protokol kesehatan agar selalu dijalankan saat mereka pulang.

Tidak semua santri dipulangkan. Masih ada santri yang menetap di pesantren yang terdiri dari beberapa santri senior.

Wahid Anwar (26), salah satu santri senior yang menetap di pesantren, mengaku selain dirinya masih ada sekitar 200 santri lain yang menetap di pesantren. Santri yang telah mondok sejak tahun 2008 tersebut, bersama santri lain yang menetap di pesantren, akan merayakan Idul Fitri di Ponpes Al Iman.



"Rencananya saya pulang ke tempat asal saya di Kebumen setelah Idul Fitri," kata santri yang juga dipercaya sebagai pengurus pondok tersebut. (*)



SHARE


'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini