Minggu, 09 Mei 2021,


kasus-paket-sate-sianida-polisi-telusuri-sosok-berinisial-rKombes Polisi Yuliyanta memberikan keterangan pers, Selasa (4/5/2021) siang, terkait pengiriman sate bersianida yang dilakukan tersangka Nani. (rosihan anwar/koranbernas.id)


Rosihan Anwar
Kasus Paket Sate Sianida, Polisi Telusuri Sosok Berinisial R

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Aparat kepolisian masih terus mendalami kasus pemberian racun pada paket takjil sate yang melibatkan tersangka Nani Apriliani. Kabid Humas Polda DIY, Kombes Polisi Yuliyanta, kepada awak media, Selasa (4/5/2021) sore, mengungkapkan pelaku Nani Apriliani menyebutkan ide untuk menaburkan bubuk Kalium Sianida berasal dari sosok berinisial R.


“Ini berdasarkan hasil pemeriksaan sementara kepada tersangka N. Bahwa tersangka N (mengatakan) ada campur tangan dari inisial R,” katanya di Gedung Anton Soedjarwo Mapolda DIY.


Namun apakah R benar-benar terbukti mengusulkan ide mencampurkan Kalium Sianida ke bumbu sate yang dipesan Nani, hingga saat ini masih ditelusuri. Meski demikian, polisi hingga saat ini masih belum melakukan pemeriksaan kesehatan jiwa terhadap pelaku.

“Namun siapa inisial R, kami penyidik masih melakukan pendalaman terhadap yang bersangkutan. Apakah itu betul sosok yang ada, ataukah hanya ilusi dari N saja,” ujar dia.


Kombes Polisi Yuliyanta menyebutkan, tersangka berusia 25 tahun itu membeli racun di sebuah marketplace online. Sedangkan terkait teman tersangka berinsial R, sampai saat ini keberadaannya masih belum diketahui.


“Saat ini belum diketahui. Sekali lagi ini masih dalam penyelidikan pihak penyidik apakah benar-benar ada atau tidak. Kita belum menjadikan R sebagai buronan,” jelasnya.


Awalnya, pelaku hendak menyasar Aiptu Tommy, anggota Polresta Yogyakarta yang merupakan mantan kekasih tersangka. Namun kiriman sate dari tersangka malah menewaskan Naba Faiz Prasteya, anak pengemudi ojek online, yang memakan paket takjil tersebut.

Tersangka Nani Apriliani memesan sate dan diantar lewat pengantaran secara offline melalui pengemudi ojek bernama Bandiman pada Minggu 28 Maret 2021. Ketika diantarkan ke alamat tujuan, Villa Bukit Asri di Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, istri Aiptu Tommy menolaknya lantaran tak mengenal si pemesan dan kemudian memberikan paket itu ke Bandiman selaku pengemudi ojek online. Nahasnya, sate yang dimakan keluarga Bandiman malah menewaskan buah hatinya yang baru berusia 10 tahun.

“Kita masih terus melacak, dan saat ini belum ada penetapan tersangka baru,” tandas mantan Kapolres Sleman itu. (*)



SHARE


'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini