Rata-rata Siswa SD Negeri di Kebumen Satu Kelas 65 Persen dari Kuota

Masalah regrouping SD Negeri dengan jumlah siswa jauh di bawah kuota masih dikaji.

Rata-rata Siswa SD Negeri di Kebumen Satu Kelas 65 Persen dari Kuota
Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di SD Negeri Kawedusan, Kebumen, Kamis (17/7/2025). (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS ID, KEBUMEN -- Pengelola Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Kebumen pada awal tahun ajaran baru 2025 tidak memperoleh hasil yang memuaskan.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kebumen, Yani Giat Setyawan, kepada koranbernas.id menjelaskan tahun ajaran baru 2025 kuota penerimaan rombongan belajar/kelas 1 di Kebumen 22.486 siswa.

Namun jumlah pendaftarnya hanya 14.762 siswa. Berdasarkan data itu, rata-rata jumlah siswa kelas 1 dalam satu rombongan belajar baru 65 persen.

Sedangkan masalah regrouping SD Negeri dengan jumlah siswa jauh di bawah kuota masih dikaji. "Masih dikaji," kata Yani Giat melalui pesan singkatnya.

Di bawah kuota

Salah satu SD Negeri dengan jumlah siswa kelas 1 di bawah kuota adalah SD Negeri Kawedusan. Jumlah siswa kelas 1 hanya 7 orang. Tahun ajaran baru tahun 2024 jumlah siswa kelas 1 hanya 2 anak.

Kepala SD Negeri Kawedusan Sarbani Harsono kepada koranbernas.id, Kamis (17/7/2025), menjelaskan siswa kelas 1 sejumlah 7 anak, kelas 2 sebanyak 2 anak, kelas 3 dan kelas 4 masing-masing 7 anak, kelas 5, 6 anak, serta kelas 6, 12 anak. "Jumlah siswa di SD kami, 40 anak," kata Sarbani.

Menurutnya, rendahnya jumlah siswa, selain disebabkan jumlah bibit siswa di Kawedusan tidak banyak karena luasnya wilayah desa itu. Kemungkinan lain adanya sekolah swasta di sekitar menerima siswa dua kelas. "Ada sekolah swasta menerima siswa baru dua kelas," kata Sarbani.

Sekolah tersebut "dikelilingi" setidaknya tiga sekolah swasta. Sebagai kepala sekolah, dirinya sudah berupaya menarik calon siswa di sekitar untuk bersekolah di SD yang dipimpinnya.

Bantuan seragam

Di antaranya memberi bantuan seragam dan alat tulis untuk siswa baru. "Bantuan merupakan kepedulian alumni, untuk adik kelasnya," kata Sarbani.

Prestasi siswa SD itu juga baik. Misalnya juara lomba tertentu. Alumninya ada yang diterima di SMP Negeri dan MTs Negeri yang dianggap masyarakat sekolah favorit.

Pengamatan koranbernas.id, kegiatan belajar mengajar di sekolah ini tidak beda dengan sekolah swasta di sekitarnya. Sebagian besar merupakan guru senior.

Sarana pembelajaran juga cukup baik. Guru sudah menggunakan komputer dan LED (Light Emitting Diode) sebagai alat bantu pembelajaran. (*)