Peringati Hari Anak Nasional 2025, LPKA Yogyakarta Gelar Trofeo Futsal Bersama Dua SMA

Melalui olahraga, mereka belajar kerja sama, disiplin, dan semangat pantang menyerah.

Peringati Hari Anak Nasional 2025, LPKA Yogyakarta Gelar Trofeo Futsal Bersama Dua SMA
Anak-anak dari LPKA berfoto usai bertanding dalam Trofeo Futsal di LPKA Yogyakarta di Gunungkidul, Selasa (15/5/2025). (istimewa)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2025, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Yogyakarta bekerja sama dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Trofeo Futsal di lapangan futsal dalam area LPKA Yogyakarta Gunungkidul, Selasa (15/5/2025).

Kegiatan ini mempertemukan tim futsal anak binaan LPKA dengan dua tim dari sekolah luar yaitu SMA Negeri 1 Playen dan SMA Negeri 1 Karangmojo.

Anak-anak binaan terlihat antusias menyambut para tamu dan tim lawan dari luar lembaga. Meski demikian, standar keamanan tetap dijalankan secara ketat. Seluruh tamu menjalani prosedur pemeriksaan oleh petugas pengamanan LPKA. Dua personel dari Polres Gunungkidul turut diterjunkan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.

Trofeo futsal bukan hanya pertandingan semata melainkan bagian dari pendekatan pembinaan yang lebih luas dan menyeluruh terhadap anak-anak yang tengah menjalani proses pembinaan.

Ruang tumbuh

Kepala LPKA Kelas II Yogyakarta, Sigit Sudarmono, melalui keterangan tertulisnya, Kamis (17/7/2025), mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan ruang tumbuh dan kesempatan bagi anak binaan menunjukkan kemampuan serta menjalin kembali interaksi dengan lingkungan luar.

“Kami ingin anak-anak merasa bahwa mereka masih punya ruang untuk bertumbuh, untuk menunjukkan kemampuan mereka, dan untuk dipercaya. Melalui olahraga, mereka belajar kerja sama, disiplin, dan semangat pantang menyerah. Ini bukan soal menang atau kalah, tapi tentang memberi kesempatan untuk kembali terhubung dengan dunia luar,” ujar Sigit.

Sigit menyatakan pihaknya terbuka terhadap pengembangan kegiatan serupa ke tingkat yang lebih tinggi. Menurutnya, turnamen antar-lembaga maupun kolaborasi rutin dengan sekolah umum dapat memperkuat fungsi LPKA sebagai ruang aktualisasi anak-anak yang sedang menata ulang masa depannya.

“Kami melihat potensi mereka. Dan tugas kita bersama adalah membuka jalan agar potensi itu bisa terus berkembang,” tambahnya.

Tanggapan positif

Kegiatan tersebut memperoleh tanggapan positif dari anak-anak binaan. Salah seorang peserta mengungkapkan kegiatan ini membuatnya merasa seperti anak sekolah pada umumnya.

“Saya senang sekali bisa ikut main futsal bareng teman-teman dari SMA lain. Rasanya seperti kembali jadi anak sekolah biasa. Bisa lari-lari, guyon bareng dan bersaing sehat bikin saya merasa dihargai walaupun sedang menjalani pembinaan di sini,” ujarnya.

PKBI DIY selaku mitra kegiatan menekankan pentingnya pengembangan bakat dan minat anak-anak binaan yang berfokus pada kebutuhan aktual mereka, bukan sekadar berdasarkan program.

Gong selaku Program Officer INKLUSI Pilar Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) PKBI DIY, menyatakan kegiatan ini merupakan langkah awal yang perlu diperluas ke depan.

Hak bermain

Sekaligus menegaskan bahwa hak bermain, berinteraksi dan menunjukkan potensi tetap dimiliki setiap anak, termasuk mereka yang berada dalam proses pembinaan.

“Acara ini baru merupakan permulaan, ke depan kami berharap acara dengan format serupa bisa diperluas dan bisa diikuti oleh banyak anak-anak dari beragam latar belakang sebagai salah satu komitmen kita merekognisi semua anak tanpa terkecuali,” katanya. (*)