Ramadan di SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta, Tarhib hingga Birrul Masajid
Birrul Masajid bersifat fleksibel menyesuaikan lingkungan tempat tinggal siswa dan berkoordinasi dengan takmir masjid setempat.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Ramadan sering dipahami sebagai rutinitas, tarawih, tadarus dan buka bersama. Namun SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta menyusunnya sebagai rangkaian pendidikan yang utuh dan menguatkan ruhiyah, membentuk karakter sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.
"Rangkaian Program Ramadan 1447 Hijriah ini dirancang agar anak-anak tidak hanya mengikuti acara tetapi mengalami langsung makna ibadah dan kebermanfaatan," kata Sumardi S Pd, Kepala SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta, Kamis (19/2/2026).
Menurut Sumardi, rangkaian dimulai dengan Tarhib Ramadan bersama Bunda Likah untuk membangun kesiapan hati dan semangat menyambut bulan suci. Selanjutnya sekolah menyelenggarakan Festival Anak Sholih Esluha pada 4 Maret, disusul Pesantren Ramadan pada 3, 4, dan 5 Maret yang menjadi ruang pembiasaan ibadah, adab serta penguatan nilai-nilai Islam.
Aspek kepedulian sosial diperkuat melalui program ZISWAF dan bakti sosial bekerja sama dengan Lazis Dewan Dakwah. Selain itu, sekolah mengadakan Parenting Ayah pada 15 Februari sebagai penguatan peran ayah dalam pendampingan pendidikan anak selama Ramadan.
Birrul Masajid
"Memasuki Ramadan, sekolah juga mengadakan buka dan tarawih bersama untuk siswa kelas 3, 4, dan 5 pada 4–5 Maret," jelas Sumardi. Yang menjadi program unggulan sekaligus menarik perhatian adalah Syiar Birrul Masajid untuk siswa kelas V.
Program ini berlangsung selama bulan Ramadan dan bertujuan memberi pengalaman belajar mengabdi di masyarakat melalui masjid serta berkontribusi untuk dakwah Islam.
"Kegiatan Birrul Masajid bersifat fleksibel menyesuaikan kondisi lingkungan tempat tinggal siswa dan berkoordinasi dengan takmir masjid setempat," jelasnya.
Sumardi mencontohkan, aktivitas yang dapat dilakukan antara lain membantu proses pembelajaran TPA, menyiapkan peralatan belajar TPA, membantu membersihkan area masjid, merapikan sandal/sepatu jamaah, membantu menyiapkan/membagikan program buka bersama serta membersihkan peralatan, hingga mengikuti tadarus di masjid. Untuk siswa putra, azan/iqamah dapat dilakukan bila memungkinkan.
Mekanisme pelaporan
"Agar program berjalan tertib, sekolah juga menetapkan mekanisme pelaporan, siswa menulis catatan pada Buku Ramadhan Activities (kolom perilaku terpuji), menyertakan dokumentasi minimal satu foto/video yang dapat diunggah di Instagram dengan menandai akun IG sekolah, serta mengirim tautan laporan ke wali kelas Al Quran," ungkap Sumardi.
Pelaporan juga diperkenankan dibagikan melalui status WhatsApp. Rangkaian program Ramadan di SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta turut diisi dengan Kultum Gukar di sosmed dan ditutup dengan buka bersama guru dan karyawan bersama warga sekitar pada 6 Maret.
"Melalui rangkaian ini, sekolah berharap Ramadan menjadi momen pembentukan karakter yang nyata, anak belajar disiplin ibadah, berani tampil memberi manfaat, sekaligus dekat dengan masjid sebagai pusat kebaikan di lingkungannya," kata Sumardi. (*)
Nila Hastuti
