PSI DIY Buka Pendaftaran Caleg, Terbuka untuk Semua Lapisan

Seluruh pengurus di daerah melakukan perekrutan dan pembentukan kepengurusan hingga tingkat kalurahan.

PSI DIY Buka Pendaftaran Caleg, Terbuka untuk Semua Lapisan
Konferensi pers di sela Halal Bihalal DPD PSI Kota Yogyakarta, Senin (6/4/2026) malam, di Saka Tembi Sewon Bantul. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DIY, H Sunaryanta, mengatakan saat ini partai sudah melakukan penjaringan calon legislatif pemilu 2029.  PSI terbuka untuk semua lapisan masyarakat dari berbagai golongan dan latar belakang.

“Saya sudah minta semua ketua DPD PSI Kabupaten/Kota se-DIY melakukan komunikasi dengan berbagai pihak yang ingin maju pencalegan melalui PSI. Pelan-pelan dulu. Dan sekarang sudah ada yang dua caleg, empat caleg dan ada juga yang sudah puluhan caleg,” kata Sunaryanta di sela kegiatan Halal Bihalal DPD PSI Kota Yogyakarta di Saka Tembi Jalan Parangtritis Km 9, Sewon Bantul, Senin (6/4/2026) malam.

Pada acara yang dihadiri jajaran pengurus DPW PSI DIY, ketua dan pengurus DPD PSI kabupaten/kota dan ratusan kader PSI dari berbagai wilayah itu, Sunaryanta menyatakan dirinya terus melakukan komunikasi dan pendekatan dengan tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh yang lain dalam rangka membangun jaringan.

Bupati Gunungkidul periode 2020-2025 tersebut meminta seluruh pengurus di daerah melakukan perekrutan dan pembentukan kepengurusan hingga tingkat kalurahan (ranting). Semua itu untuk verifikasi parpol yang akan dilakukan tahun 2027. “Saat ini kepengurusan PSI Kabupaten/Kota se-DIY sudah ada yang mencapai 50 persen dan ada yang 60 persen,” ungkapnya.

Terus bergerak

Ketua DPD PSI Kota Yogyakarta Heri Nugroho mengatakan Halal bi Halal adalah sarana saling memaafkan dan merekatkan kerukunan dan soliditas pengurus serta kader.

“Kami akan terus bergerak sesuai arahan dari Ketua Umum, Mas Kaesang Pangarep dan Ketua DPW PSI DIY Bapak Sunaryanta agar kita selalu hadir di tengah masyarakat dan membantu kesulitan yang mereka alami,” kata Heri.

Di antaranya melakukan sosialisasi dan edukasi penanganan serta pengolahan sampah. Selain itu, juga menggandeng komunitas pecinta lingkungan untuk bersama membangun Yogyakarta menjadi lestari dan bebas sampah. (*)