Persentase Penduduk Miskin di Sleman Turun Tajam
Jika yang dihitung hanya warga ber-KTP Sleman, bisa jadi angkanya lebih rendah.
KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Persentase penduduk miskin di Kabupaten Sleman mengalami penurunan tajam. Pada Maret 2025 persentase kemiskinannya sebesar 6,71 persen sedangkan pada tahun sebelumnya sebesar 7,46 persen. Terjadi penurunan persentase kemiskinan sebesar 0,75 poin.
Angka ini jauh lebih besar dibanding tahun lalu. Poin penurunan tahun lalu, dari tahun 2023 ke 2024, hanya sebesar 0,06 poin. Hal itu memacu Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Sleman bersama lainnya untuk lebih inovatif dalam bekerja. Dan hasilnya tahun ini mencapai angka penurunan terbanyak dibanding kabupaten/kota lain di DIY.
Hal itu terungkap dalam audiensi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sleman Widhi Pranowo dengan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa yang juga Ketua TKPK Kabupaten Sleman. Audiensi itu dilakukan untuk menyampaikan keterangan rinci tentang pemaknaan angka-angka dari hasil survei.
Danang Maharsa menyambut gembira pencapaian tersebut. Dia mengapresiasi jerih-payah semua pihak seraya mengajak untuk menjaga pencapaian itu. “Kita harus terus berinovasi dengan program-program yang tepat sasaran agar angka kemiskinan di Kabupaten Sleman semakin kecil,” kata Danang.
Lebih rendah
Dengan angka kemiskinan tahun ini sebesar 6,71 persen, berarti Sleman telah mencapai hasil yang lebih baik dibanding periode sebelum pandemi. Tahun 2019 persentase kemiskinan Kabupaten Sleman sebesar 7,41 persen.
Dijelaskan, saat terjadi pandemi (2020-2021), angka tersebut mengalami kenaikan. Sesudah pandemi berakhir, persentase kemiskinan mulai turun tetapi tetap lebih tinggi dibanding tahun 2019. Baru pada tahun 2025 inilah persentasenya menjadi lebih rendah.
"Jika dilihat angka nominalnya, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sleman tahun 2025 sebanyak 89.280 jiwa. Tetapi perlu dicatat bahwa angka itu didapat dari survei dengan populasi seluruh warga yang berdomisili di Kabupaten Sleman," jelas Danang.
Jadi, menurut dia, jika yang dihitung hanya warga yang ber-KTP Sleman, bisa jadi angkanya lebih rendah.
Peran TPK
Untuk mempertahankan prestasi itu, Danang berharap para panewu mempercepat pelaksanaan revitalisasi Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) tingkat kapanewon, kalurahan dan padukuhan.
Danang banyak berharap pada peran TPK sebab merekalah yang benar-benar mengetahui kondisi warganya. (*)
Nila Hastuti
