SMARAI Band Rilis Single Perdana “Ajari Aku”
Formasi SMARAI tak biasa. Di dalamnya terdapat dua drummer, dua produser musik dan satu jurnalis yang juga musisi.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Setelah lebih dari dua dekade dikenal sebagai drummer grup band Letto, Dedy Riyono atau Dhedot kini melangkah ke babak baru dalam perjalanan bermusiknya.
Dia tak lagi duduk di belakang set drum, melainkan berdiri di depan panggung sebagai vokalis. Bersama empat sahabatnya, dia memperkenalkan band baru bernama SMARAI, yang merilis single perdana bertajuk Ajari Aku, Jumat (10/10/2025).
Bagi Dhedot, lagu ini bukan sekadar karya pembuka melainkan cerminan perjalanan batin. “Pesan utamanya, ayo move on! Supaya kita bisa melanjutkan masa depan tanpa terus dihantui masa lalu,” katanya dalam keterangan tertulisnya.
Ajari Aku menggambarkan proses seseorang berdamai dengan masa lalu, belajar menerima luka, dan menemukan kekuatan untuk melangkah lagi.
Sutradara film
Formasi SMARAI Band tak biasa. Di dalamnya terdapat dua drummer, dua produser musik dan satu jurnalis yang juga musisi. Selain Dhedot dan Bagoes Kresnawan yang juga dikenal sebagai sutradara film, ada Agib Tanjung, Sasi Kirono dan Aza Ardito yang melengkapi komposisi band ini.
“Kadang aku lupa kalau Dhedot itu drummer dari band besar Indonesia. Kayaknya aku nggak bisa kalau nggak nge-band bareng Agib. Selama ini, semua proyek musikku ya selalu sama dia," ujar Bagoes.
Persahabatan antara Bagoes, Agib dan Dhedot memang sudah terjalin lebih dari dua dekade. Dari pertemanan itulah SMARAI tumbuh, bukan sekadar proyek musik, tetapi rumah kreatif tempat mereka bisa mengekspresikan diri dengan bebas.
Selama 21 tahun menjadi drummer Letto, Dhedot mengaku tetap menyimpan hasrat untuk bernyanyi dan menciptakan lagu sendiri. “Sering kali aku cuma genjrengan gitar di rumah, nemu notasi enak, dan lahirlah lagu-lagu baru. Sayang kalau cuma jadi draft,” ujarnya.
Titik awal
Pertengahan tahun 2023 menjadi titik awal lahirnya SMARAI. Dhedot dan Agib akhirnya sepakat mewujudkan impian lama mereka membentuk band sendiri. Dari situ, mereka menggandeng Bagoes sebagai drummer, Sasi sebagai gitaris, dan Aza sebagai kibordis.
“Dalam grup ini, aku nggak main drum seperti di Letto. Aku pengen keluar dari zona nyaman," kata Dhedot.
Kreativitas SMARAI tak berhenti di musik. Bagoes Kresnawan, yang kesehariannya berprofesi sebagai film director, mengambil tanggung jawab penuh atas karya visual mereka. Tak hanya membuat video klip Ajari Aku, tetapi juga film pendek yang terinspirasi dari lirik lagu tersebut.
“Kalau sebuah band bisa bikin film, kenapa nggak? Setiap lagu punya cerita. Jadi, kenapa nggak sekalian diterjemahkan jadi film?” ucapnya.
Lebih luas
Film pendek Ajari Aku menyoroti kisah seseorang yang gagal move on setelah putus cinta. Namun, Bagoes sengaja tidak meminta bantuan Dhedot saat menulis naskah agar interpretasinya lebih luas. “Aku ingin ketika orang dengar lirik ‘Ajari aku untuk bisa sepertimu…’, maknanya bisa bebas ditafsir,” ujarnya.
Film pendek tersebut tayang lebih dulu pada 5 Oktober 2025, disusul video klipnya yang dirilis di kanal YouTube SMARAI pada 10 Oktober 2025.
Nama SMARAI diambil dari kata semarai yang berarti tumbuh, berkembang, dan merekah. Makna itu terasa pas menggambarkan perjalanan lima musisi dengan latar belakang berbeda, bersatu dalam satu semangat untuk mencipta.
Lagu Ajari Aku telah mengudara di berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music dan Deezer. Tak hanya memperkenalkan warna musik baru, SMARAI juga menandai kembalinya semangat berkarya di tengah persahabatan lama yang tak pernah pudar. (*)
Muhammad Zukhronnee Muslim
