Perempuan Dayak Ikut Mengembangkan SDM Kalimantan Tengah

Perempuan Dayak Ikut Mengembangkan SDM Kalimantan Tengah
Sarasehan "Aktualisasi Peran Bawin Dayak dalam Pembangunan SDM Kalimantan Tengah" di Aula Asrama Kalimantan Tengah Yogyakarta pada Sabtu, 15 Februari 2025. (Istimewa)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Asrama Putri Provinsi Kalimantan Tengah Yogyakarta bekerja sama dengan Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Kalimantan Tengah (HPMKT) Yogyakarta, menyelenggarakan kegiatan sarasehan bertajuk "Aktualisasi Peran Bawin Dayak dalam Pembangunan SDM Kalimantan Tengah". Acara ini berlangsung di Aula Asrama Kalimantan Tengah Yogyakarta pada Sabtu, 15 Februari 2025.

Sejumlah pembicara dan berbagai elemen masyarakat Kalimantan Tengah di Yogyakarta ikut hadir. Dalam sarasehan ini, hadir tiga narasumber yang memiliki rekam jejak dan kontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) Kalimantan Tengah seperti Mina Nila Riwut, penulis sekaligus putri ketiga Pahlawan Nasional Tjilik Riwut, Johanes D. Heru Utama, Praktisi Pertambangan dan cucu pertama Pahlawan Nasional Tjilik Riwut dan Guntur Setyo, tokoh muda Kalimantan Tengah di Yogyakarta.

Guntur Setyo, sebagai perwakilan generasi muda Kalimantan Tengah di Yogyakarta, memberikan motivasi kepada peserta untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan aktif dalam berbagai kegiatan yang mendukung pembangunan SDM.

"Kita harus bersama-sama membangun SDM Kalimantan Tengah yang kompeten, berintegritas, dan berdaya saing tinggi," tegas Guntur Setyo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (22/2/2025).

Ketua Asrama Putri Kalimantan Tengah Yogyakarta, Annisa RM menekankan pentingnya menjaga identitas dan budaya Dayak dalam menghadapi tantangan pembangunan pada era modern. Perempuan Dayak atau yang dikenal dengan Bawin Dayak memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada berbagai sektor pembangunan, baik di daerah maupun di perantauan.

"Perempuan Dayak perlu tetap menjaga dan mengembangkan kearifan lokal di tengah arus globalisasi. Bawin Dayak harus menjadi agen perubahan di berbagai lini kehidupan, dengan tetap berpegang pada nilai-nilai luhur budaya Dayak yang penuh semangat gotong royong dan toleransi," ujar Mina.

Bawin Dayak juga mempunyai sikap mamut menteng (gagah perkasa; pantang menyerah-red). Dahulu selama mau dan mampu para Bawin Dayak juga terlibat perang. Bawin Dayak sangat dijaga dan dihargai.

"Hal ini diaktualisasikan dengan adanya aturan dalam hukum adat Dayak. Ketika aturan adat tersebut dilanggar, maka pelanggar akan dikenai sanksi Singer yaitu denda adat, juga berlaku bagi perempuan," ungkapnya.

Sementara itu, Heru yang memiliki pengalaman di sektor pertambangan berbagi pandangannya mengenai peran perempuan dalam pembangunan berbasis sumber daya alam. Menurutnya, partisipasi perempuan dalam sektor-sektor strategis sangat diperlukan untuk menciptakan keseimbangan dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Generasi muda Kalimantan Tengah harus dibekali local knowledge serta international experience, di mana dapat memahami pengetahuan kearifan lokal dan memiliki pengalaman dan berjejaring hingga kancah internasional.

"Perempuan tidak hanya menjadi penjaga budaya, tetapi juga mitra strategis dalam pembangunan ekonomi," jelas Heru.

Suku Dayak menjunjung nilai-nilai kesetaraan gender. Sehingga, hari ini menjadi tantangan untuk para Bawin Dayak dapat mengaktualisasikan dan mengimplementasikan nilai-nilai leluhur dan berperan strategis dalam pembangunan SDM Kalimantan Tengah.

Kegiatan sarasehan ini mendapat sambutan antusias dari para peserta, yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, dan masyarakat Kalimantan Tengah di Yogyakarta.

Ketua HPMKT Yogyakarta Tovan Rinkan, menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat terus diadakan secara rutin untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap peran dan tanggung jawabnya dalam pembangunan Kalimantan Tengah.

"Kami berharap kegiatan ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh pelajar dan mahasiswa Kalimantan Tengah di Yogyakarta untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi daerah asal," ungkapnya.

Sarasehan ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan kembali bahwa peran perempuan Dayak dalam pembangunan SDM sangatlah signifikan. Dengan semangat persatuan dan komitmen yang kuat, diharapkan generasi muda Kalimantan Tengah dapat terus berkontribusi dalam pembangunan daerah dengan tetap menjaga identitas budaya yang menjadi kekuatan utama mereka. (*).