Perempuan ATR/BPN: Garda Terdepan Pelayanan Publik dan Penjaga Peradaban

Peringatan Hari Kartini 2026 di Kementerian ATR/BPN menyoroti peran strategis 45% pegawai perempuan sebagai motor penggerak layanan pertanahan yang inklusif

Perempuan ATR/BPN: Garda Terdepan Pelayanan Publik dan Penjaga Peradaban
Peringatan Hari Kartini Kantor Kementerian ATR BPN. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, JAKARTA--Peringatan Hari Kartini di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tahun ini membawa semangat baru yang lebih progresif. Bertempat di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Kamis (30/4/2026), peringatan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan kembali posisi perempuan bukan sekadar sebagai pelengkap, melainkan sebagai motor penggerak utama dalam tata kelola pertanahan dan tata ruang di Indonesia.

​Mengangkat tema besar Perempuan sebagai Entitas Penjaga Peradaban dan Pemersatu Bangsa, acara ini menjadi ajang refleksi atas kontribusi vital perempuan yang memegang peranan kunci dalam pelayanan publik yang inklusif dan berkelanjutan.

​Representasi Perempuan Mencapai 45 Persen

​Sekretaris Jenderal (Sekjen) ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi jajaran perempuan di instansinya. Menurutnya, representasi perempuan di Kementerian ATR/BPN saat ini telah mencapai angka 45% atau setara dengan 15.084 dari total 33.751 pegawai.

​Dari jumlah tersebut, sebarannya cukup solid di berbagai lini. ​Jabatan Pelaksana: 47% (sekitar 29.833 pegawai), ​Jabatan Struktural: 28% (3.918 pegawai).

​“Fondasi perempuan kita sangat kuat, yakni 47%. Namun, ruang untuk bertumbuh ke posisi kepemimpinan yang saat ini berada di angka 28% menjadi tantangan sekaligus peluang dalam perjuangan emansipasi ke depan,” ungkap Dalu Agung Darmawan dengan penuh optimisme.

​Ia juga menekankan bahwa perempuan memiliki peran strategis sebagai pemersatu keberagaman, yang mana hal ini sangat dibutuhkan untuk mewujudkan tata kelola pertanahan yang adil dan merata di seluruh penjuru negeri.

​​Peringatan Hari Kartini 2026 yang diinisiasi oleh KORPRI Kementerian ATR/BPN ini tidak hanya berfokus pada pemberdayaan, tetapi juga pada aspek kesehatan sebagai fondasi utama pelayanan.

​Sekretaris Dewan KORPRI Kementerian ATR/BPN, Hari Susiyanto, melaporkan bahwa rangkaian acara turut diisi dengan sosialisasi penyakit menular serta kesehatan reproduksi dan keluarga berencana. Selain itu, panitia menyediakan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta vaksinasi bagi peserta yang hadir.

​Hal senada juga disampaikan oleh Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Hariyadi Wibowo. Ia mengingatkan bahwa menjadi penjaga peradaban memerlukan energi yang prima, baik dari segi fisik maupun mental, terutama bagi para perempuan yang memegang peranan penting dalam melahirkan generasi penerus bangsa. (*)