Pengukuhan 18 Pengurus Baru Makin Tuban, Fokus Perkuat Kerukunan dan Layanan Umat Konghucu

18 pengurus baru Makin Tuban masa bakti 2026–2030 resmi dikukuhkan. Mereka akan fokus pada upaya memperkuat pelayanan umat Khonghucu, menjaga toleransi, dan mempererat kerukunan antarumat beragama

Pengukuhan 18 Pengurus Baru Makin Tuban, Fokus Perkuat Kerukunan dan Layanan Umat Konghucu
Seremoni pengukuhan Pengurus Makin Tuban yang baru. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, TUBAN–Majelis Agama Khonghucu Indonesia (Makin) Kabupaten Tuban resmi mengukuhkan 18 pengurus baru untuk masa bakti 2026–2030. Kepengurusan baru ini diharapkan mampu memperkuat pelayanan umat sekaligus menjaga kerukunan antarumat beragama di Bumi Wali.

Pengukuhan dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan keagamaan, seiring berkembangnya kebutuhan umat Khonghucu di daerah. Selain itu, restrukturisasi organisasi juga bertujuan mendorong kemandirian Makin sebagai garda terdepan dalam pembinaan umat di tingkat daerah.

Ketua Umum Matakin, Xue Shi Budi Santoso Tanuwibowo, menyampaikan enam pesan penting kepada pengurus yang baru dilantik. Salah satunya adalah membimbing umat agar semakin menghayati nilai-nilai keagamaan serta menumbuhkan kecintaan terhadap keberagaman di Indonesia.

Ia juga menekankan pentingnya merawat budaya yang masih relevan dan mengemasnya secara menarik agar dapat diterima generasi muda. Selain itu, para pengurus diminta terus belajar, adaptif terhadap perkembangan zaman, mampu hidup berdampingan tanpa sekat, berpikiran maju, serta melakukan evaluasi diri dalam setiap proses pelayanan.

Kegiatan sosial mewarnai acara Pengukuhan Pengurus Baru Makin Tuban. (istimewa) 

Ketua Makin Tuban, Wiwit Endra Setjoweni, menyatakan komitmennya untuk menjadikan kepengurusan baru sebagai penggerak harmoni sosial. Pihaknya akan terus membina kerukunan umat yang beribadah di Kelenteng Kwan Sing Bio serta mempererat hubungan dengan pemeluk agama lain.

“Ke depan, kami akan terus membangun kebersamaan dan melaksanakan berbagai kegiatan lintas keagamaan agar dapat berjalan beriringan dalam memajukan Tuban,” ujarnya.

Harapan serupa disampaikan Dewan Penasihat Makin Tuban, Alim Sugiantoro. Ia menilai pembentukan kepengurusan baru menjadi momentum penting untuk menjaga suasana kondusif di lingkungan kelenteng dan masyarakat luas.

Dengan kepengurusan baru tersebut, Makin Tuban diharapkan semakin solid dalam memperkuat pembinaan keagamaan, kegiatan sosial, pendidikan, serta peran kemasyarakatan, sekaligus menjadi pilar toleransi dan persaudaraan di Kabupaten Tuban. (*)