Pencurian Pintu Air Marak di Klaten, Dua Bulan Hilang 14 Unit

Pintu air yang hilang itu pada umumnya berada di pinggir jalan.

Pencurian Pintu Air Marak di Klaten, Dua Bulan Hilang 14 Unit
Salah satu pintu air saluran Desa Sudimoro Kecamatan Tulung yang masih lengkap. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Aksi pencurian pintu air di wilayah Kabupaten Klaten marak. Dalam kurun waktu dua bulan terakhir tercatat 14 pintu air di sejumlah lokasi hilang. Total kerugian akibat pencurian itu sekitar Rp 50 juta.

Menindaklanjuti hal itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Kabupaten Klaten melalui Bidang Sumber Daya Air telah berkoordinasi dengan pemerintah desa, UPTD DPU PR dan dilaporkan ke polsek setempat.

"Sudah kami koordinasikan dengan desa setempat, UPTD (DPU PR) dan polsek setempat, bahkan sudah cek lapangan juga," kata Darminta, Kepala Bidang SDA DPU PR Klaten, Senin (23/2/2026).

Informasi yang diperoleh dari Bidang SDA DPU PR Klaten, 14 pintu air yang hilang itu yakni 1 unit di Bendung Tegalturi Desa Cucukan Kecamatan Prambanan, 7 unit di Bendung Kadisaran Desa Cucukan Kecamatan Prambanan.

Pinggir jalan

Kemudian, 4 unit di Saluran Merbung Desa Glodogan Kecamatan Klaten Selatan dan 2 unit di Bendung Pendem Desa Kebondalem Kidul Kecamatan Prambanan.

Ironisnya, pintu air yang hilang itu pada umumnya berada di pinggir jalan. Dikhawatirkan pada saat musim kemarau tiba banyak petani yang butuh air dan tidak bisa dijadwal. (*)