Rabu, 02 Des 2020,


penari-dolalak-ngopi-jadi-branding-kopi-purworejoPjs Bupati Purworejo Ir Yuni Astuti MA mengamati logo branding Kopi Purworejo. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)


Wahyu Nur Asmani EW

Penari Dolalak Ngopi Jadi Branding Kopi Purworejo


SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO – Guna menumbuhkembangkan klaster kopi sebagai komoditas ekonomi Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo menyelenggarakan sayembara logo dan tagline kopi Purworejo.

Ini dimaksudkan sebagai upaya membangun brand image kopi Purworejo. Hasilnya sayemabra itu, Juara I diraih Yopie Herdiansyah ST warga Kelurahan Lugosobo (Gebang), Juara II Arif Dharma dari Desa Tlogorejo (Purwodadi) dan Juara III Teguh Purnomo dari Desa Ketug (Butuh).


Baca Lainnya :

    Logo dan tagline kopi hasil lomba ini langsung di-launching Pjs Bupati Purworejo Ir Yuni Astuti MA di showroom UMKM Purworejo, Jumat (20/11/2020).

    Tampak hadir Asisten Ekonomi Pembangunan Drs Boedi Hardjono, Asisten Administrasi dan Kesra Drs Pram Prasetya Ahmad MM serta sejumlah kepala OPD dan BUMD.


    Baca Lainnya :

      Yuni Astuti mengungkapkan kopi merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomis tinggi. “Di beberapa daerah kopi menjadi peluang bisnis yang bagus yang terus dikembangkan,” ungkapnya.

      Budi daya kopi di Purworejo tersebar di sepuluh kecamatan dengan luas area sekitar 548,59 hektar. Area terluas Kecamatan Gebang disusul Bruno, Pituruh dan Kaligesing. Varietas yang banyak berkembang didominasi Robusta dan sedikit Arabica.

      Yuni meminta rantai produksi kopi mulai dari tanam, pasca-panen hingga menjadi sajian kuliner, terus dikembangkan dengan mengutamakan inovasi.

      “Saya sangat apresiasi branding kopi dan tagline kopi Purworejo, harapannya kopi Purworejo memiliki ciri khas berbeda dengan daerah lain,” ungkapnya.

      Dia juga sangat mengapresiasi dibukanya layanan sosial media Tagar #Purworejo2025. “Ini sangat bagus untuk membuka ruang partisipasi pembangunan daerah yang lebih luas,” katanya.

      Mengenai lomba krenova rutin setiap tahun, dia meminta terus ditingkatkan, terutama untuk menggali dan meningkatkan kreativitas dan inovasi masyarakat Kabupaten guna  peningkatan kesejahteraan dan daya saing daerah.

      Lomba tersebut merupakan bentuk penghargaan Pemerintah Daerah Purworejo sekaligus memberikan peluang para investor dan inovator menciptakan inovasi baru.

      Ketua Fedep Purworejo yang juga ketua panitia, Dr Hesti Respatiningsih SE Mpar, menyatakan branding kopi Purworejo dengan identitas wilayah kabupaten ini bisa digunakan pengusaha kopi di seluruh Purworejo.

      Peserta lomba 52 orang, semuanya berdomisili di Purworejo. Karya mereka dipilih dewan juri dari unsur pemerintah daerah, akademisi, profesional, komunitas kopi dan tokoh masyarakat serta tokoh budaya. (*)



      SHARE
      '

      BERITA TERKAIT

      Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

      Tulis Komentar disini