Rabu, 02 Des 2020,


terkendala-pjj-siswa-memperoleh-bantuan-ponselSiswa dan guru SD BOPKRI Demangan III Depok Sleman memperlihatkan bantuan ponsel dari IDE. (yvesta putu ayu/koranbernas.id)


Yvesta Putu Ayu Palupi

Terkendala PJJ, Siswa Memperoleh Bantuan Ponsel


SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Pandemi Covid-19 membuat peserta didik terpaksa mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Namun banyak peserta didik tidak punya gadget atau telepon seluler (ponsel).

“Ada siswa yang harus menunggu orang tua selesai bekerja untuk bisa pakai ponsel untuk mengerjakan tugas sekolah. Akhirnya mereka terlambat mengumpulkan tugas ke sekolah,” ujar Mustari Admini, Kepala SD BOPKRI Demangan III Depok Sleman, di sela-sela pemberian bantuan ponsel dari Infrastrukur Digital Edukasi (IDE) di sekolah setempat, Jumat (20/11/2020).


Baca Lainnya :

    Selama ini sekolah memberikan kelonggaran peserta didik mengerjakan tugas. Sebab tingkat perekonomian orang tua para siswa sangat beragam sehingga memiliki tingkat kesulitan berbeda.

    Pihak sekolah sangat bersyukur mendapatkan bantuan 18 ponsel dari IDE. Sekolah bisa meminjamkan ponsel tersebut ke siswa kelas V dan VI untuk membantu mereka belajar.


    Baca Lainnya :

      “Kami juga membantu kuota data internet sekolah memberikan subsidi Rp 25.000 setiap bulan ditambah bantuan dari pemerintah pusat," jelasnya.

      Business Development IDE, Andreas Setiawan,  mengungkapkan bantuan ponsel merupakan kerja sama dengan kitabisa.com. Tak sekadar ponsel, mereka juga menyediakan aplikasi khusus untuk mendukung pembelajaran online, myscool.

      “Aplikasi ini menyediakan kelas online yang terjadwal sehingga siswa dapat melihat secara langsung ada atau tidaknya pembelajaran online di kelasnya. Guru bisa bisa menginput jadwal mata pelajaran, tugas, jadi ada akun orang tua, akun anak dan akun guru,” jelasnya.

      Salah seorang orang tua siswa, Arif Susilo, mengaku pinjaman ponsel itu sangat bermanfaat bagi anaknya. Selama ini anaknya harus bergantian menggunakan ponsel dengan keluarganya.

      “Anak saya harus bagi waktu jam belajar anak dan kebutuhan kerja, kalau mau mengerjakan tugas online harus menunggu ponsel milik ibunya,” kata pria yang bekerja sebagai buruh ini. (*)



      SHARE
      '

      BERITA TERKAIT

      Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

      Tulis Komentar disini