Selasa, 21 Sep 2021,


pemuda-pancasila-menengarai-ada-sesuatu-di-balik-ruu-hipR Faried Jayen Soepardjan. (istimewa)


sholihul
Pemuda Pancasila Menengarai Ada Sesuatu di Balik RUU HIP

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila DIY, R Faried Jayen Soepardjan, menengarai ada sesuatu di balik Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang saat ini memicu kontroversi di masyarakat.


Sebagai ormas yang menjadi salah satu ujung tombak penjaga Pancasila demi persatuan dan kesatuan bangsa, para kader dan anggota Pemuda Pancasila dituntut senantiasa berpikir kritis dan cerdas menyikapi situasi yang terjadi sekarang ini. Prinsip, Pancasila sebagai dasar negara sudah final tidak perlu diutak-atik lagi.

  • Ny Sariyah Tak Lagi Bingung Cari Tempat Tidur
  • Yogyakarta akan Nyaman Jika Banyak Pohon Ditanam

  • “Kita ini (Pemuda Pancasila) tidak perlu diragukan lagi menjaga Pancasila. Jelas kita menolak RUU HIP tetapi terlepas tujuannya baik atau tidak saya melihat RUU itu bisa memicu perpecahan bangsa,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Senin (22/6/2020), di Ndalem Sambisari Sleman.

    Putra dari Brigjen TNI AD Ery Soepardjan, salah seorang ajudan kesayangan Panglima Besar (Pangsar) Jenderal Soedirman ketika perjuangan revolusi 1945 ini menegaskan, Pancasila sebagai pedoman bangsa sudah sangat jelas.

  • Abu Vulkanik Erupsi Merapi Menjangkau Purworejo
  • Klaten Menambah Delapan Kasus Baru Positif Covid-19

  • Terus terang, Jayen mengaku dirinya tidak mengetahui maksud tersembunyi diluncurkannya RUU HIP sehingga banyak memunculkan asumsi di masyarakat. Dari hasil diskusi intens dengan berbagai kalangan, sesuatu yang dimaksudkannya itu memiliki dimensi luas.

    “Pedoman bangsa dan negara ini sudah jelas yaitu Pancasila. Singkat cerita Pancasila sudah final. Ya sudah. Pakemnya sudah ada dan melekat kenapa penjabarannya harus memakai undang-undang,” paparnya.

    Dia juga heran kenapa Pancasila diungkit-ungkit lagi. Inilah yang dikhawatirkan memunculkan peluang perpecahan.

    Menjawab pertanyaan RUU tersebut merupakan inisiatif DPR RI, Jayen menyampaikan keputusan itu merupakan ranah legislatif.

    Dia berpendapat, daripada mengutak-atik Pancasila sebenarnya para wakil rakyat masih punya banyak pekerjaan misalnya membahas kesejahteraan rakyat. “Ini yang harus dipikir ulang. Mohon maaf saya tidak mengerti tujuan RUU HIP ini diluncurkan,” ungkap suami dari Yuni Astuti itu.

    Yang pasti, Jayen memberikan apresiasi atas sikap tegas Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI sebagai perwakilan masyarakat di daerah yang secara kelembagaan sudah secara bulat memutuskan menolak RUU HIP. (sol)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini