Pembangunan Gerai Koperasi KDMP di Kebumen Berjalan di 137 Desa

Syarat pendirian KDMP jumlah penduduk di desa paling sedikit 500 orang.

Pembangunan Gerai Koperasi KDMP di Kebumen Berjalan di 137 Desa
Dandim 0709 Kebumen Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono memberi penjelasan pembangunan gerai. Koperasi Desa Merah Putih. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Kebumen hingga awal Desember 2025 sudah berjalan di 137 desa. Direncanakan akhir Januari 2025 sebanyak 40-50 gerai sudah beroperasi.

Desa atau kelurahan yang belum dibangun gerai masih menunggu selesainya pematangan lahan. Di Kebumen pada periode yang sama sudah berdiri 460 KDMP serta sudah berbadan hukum.

Komandan Kodim 0709/Kebumen Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono SH MIP kepada wartawan, Kamis (11/12/2025) malam, menjelaskan pembangunan gerai KDMP di 137 desa setelah tersedia lahan seluas 1.000 meter persegi.

Lahan itu merupakan aset desa atau aset Pemerintah Kabupaten Kebumen. Syarat lainnya, lokasi gerai di tempat strategis dan pinggir jalan. "Syarat pendirian KDMP jumlah penduduk di desa paling sedikit 500 orang.  Di Kebumen ada dua desa penduduknya kurang dari 500 jiwa," kata Majlistyawan.

Hutan dan sawah

Menurut dia, lahan yang tidak boleh digunakan untuk pembangunan gerai di antaranya hutan dan sawah berpengairan teknis. Kedua jenis lahan itu tidak bisa beralih fungsi. "Luas bangunan gerai 20 meter kali 30 meter," kata Majlistyawan.

Prototipe bangunan gerai sudah ditentukan PT Agrinas Pangan Nusantara Persero, sehingga gerai KDMP untuk sementara tidak boleh memanfaatkan gedung yang sudah ada, seperti gedung sekolah yang tidak digunakan lagi.

Majlistyawan mengatakan, pembangunan gerai mengutamakan tenaga kerja setempat. Selama pembangunan gerai, ada penyerapan tenaga kerja setempat, pendapatan warga desa meningkat.

Kodim 0709 Kebumen melakukan percepatan pembangunan gerai KDMP, setelah penandatanganan Nota Kesepahaman Perjanjian Kerjasama antara TNI dan PT Agrinas Pangan Nusantara. (*)