Pelajar SMAN 1 Yogyakarta Berlatih Hidroponik

Lahan pertanian semakin terbatas. Hidroponik sangat penting terutama di wilayah perkotaan Yogyakarta.

Pelajar SMAN 1 Yogyakarta Berlatih Hidroponik
Pelajar dan guru SMAN 1 Teladan Yogyakarta peserta pelatihan budi daya hidroponik bersama tim Program Studi Agroteknologi UMBY. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Tim Program Studi Agroteknologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) bekerja sama dengan SMAN 1 Yogyakarta menggelar pelatihan budi daya hidroponik.

Melalui siaran pers ke redaksi koranbernas.id, Jumat (19/9/2025), Kepala Humas UMBY, Widarta MM, mengatakan kegiatan ini sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di sekolah yang dikenal dengan sebutan SMA Teladan itu.

Kegiatan dipandu Farra Ummush Sholiha MP dan Bambang Sriwijaya MP selaku dosen pengampu mata kuliah Pertanian Tanpa Tanah dan dilaksanakan pada Senin (1/9/2025) silam. Kegiatan diikuti 23 peserta terdiri pelajar dan guru khususnya tim koordinator Adiwiyata Sekolah.

"Kegiatan ini juga bertujuan memberikan materi mengenai budi daya hidroponik mulai dari persiapan instalasi hidroponik, persemaian bibit, transplanting atau pindah tanam, perawatan, panen serta kegiatan pascapanen," katanya.

Tim UMBY memberikan penjelasan seputar teknik hidroponik. (istimewa) 

Kepala SMAN 1 Yogyakarta, Ngadiya MM, menyambut positif kegiatan kerja sama ini. Pelatihan budi daya hidroponik sangat penting, terutama bagi yang berada di wilayah perkotaan seperti Yogyakarta, di mana lahan pertanian semakin terbatas.

“Selama ini sekolah kami sebenarnya sudah memiliki greenhouse namun hasil panennya sering belum maksimal. Pelatihan ini sangat tepat untuk memberikan pemahaman dan bimbingan yang lebih mendalam kepada guru maupun siswa,” ujarnya.

Harapannya, setelah mengikuti kegiatan kemampuan mereka mengelola budi daya hidroponik meningkat, sehingga greenhouse dapat dimanfaatkan secara optimal.

Koordinator Adiwiyata SMA N 1 Yogyakarta, Liza Wirattriana, menambahkan kendala utama yang dihadapi adalah hasil panen kurang optimal. Tim UMBY melakukan peninjauan ke lapangan. Sistem hidroponik yang digunakan yaitu hidroponik bertingkat dengan sistem NFT (Nutrient Film Technique).

Kebutuhan cahaya

Tim UMBY kemudian memberikan rekomendasi dengan mengatur komoditas yang memiliki kebutuhan cahaya lebih banyak berada pada bagian paling atas sedangkan tanaman yang membutuhkan cahaya lebih sedikit bagian bawah. Tim UMBY memberikan edukasi cara menyiapkan nutrisi AB Mix sehingga nutrisi yang diterima oleh tanaman optimal.

“AB Mix adalah larutan khusus untuk tanaman hidroponik yang terdiri dari dua bagian. Bagian A umumnya berisi kalsium nitrat dan unsur makro lainnya, sedangkan bagian B mengandung magnesium sulfat, kalium serta unsur mikro. Pemisahan ini penting agar zat-zat tertentu tidak mengendap ketika dicampur,” jelas Farra Ummush Sholiha.

Bambang menambahkan diharapkan para siswa dan guru SMAN 1 Yogyakarta lebih memahami teknik hidroponik secara tepat sehingga mampu menghasilkan panen yang lebih maksimal dan berkelanjutan.

Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan menumbuhkan minat serta keterampilan kewirausahaan di bidang pertanian modern, khususnya bagi generasi muda di perkotaan.

Pengetahuan baru

Salah seorang peserta, Esthi Bela Khatulistiwa, menyampaikan dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan serta pengetahuan mengenai hidroponik.

“Kami mendapatkan banyak insight mengenai budi daya secara hidroponik. Kami juga mendapatkan pengetahuan baru mengenai pengolahan pascapanen, perawatan instalasi setelah panen serta pengolahan limbah setelah panen,” ujarnya. (*)