MR.D.I.Y. dan Yayasan BEDO Ajak Ratusan UMKM Solo Naik Kelas Lewat Pelatihan Intensif

Inisiatif ini menargetkan ratusan pelaku UMKM, termasuk penyandang disabilitas, untuk mendapatkan pendampingan intensif agar mampu meningkatkan daya saing dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih inklusif

MR.D.I.Y. dan Yayasan BEDO Ajak Ratusan UMKM Solo Naik Kelas Lewat Pelatihan Intensif
Program pelatihan untuk UMKM di Solo, hasil kolaborasi MR D.I.Y dengan Yayasan BEDO. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, SOLO--Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Solo mendapat kesempatan emas untuk “naik kelas”. Peritel MR.D.I.Y. Indonesia bersama Yayasan BEDO dan Pemerintah Kota Surakarta secara resmi meluncurkan program pelatihan “UMKM Tumbuh Bersama” pada Kamis (25/9/2025).

Inisiatif ini menargetkan ratusan pelaku UMKM, termasuk penyandang disabilitas, untuk mendapatkan pendampingan intensif agar mampu meningkatkan daya saing dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih inklusif.

Program yang akan berjalan hingga Desember 2025 ini menyediakan serangkaian kegiatan komprehensif, mulai dari kelas pelatihan daring, bimbingan langsung dengan para ahli, hingga pendampingan bisnis jangka panjang. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah komitmen inklusivitas, di mana program ini menargetkan 10% dari total peserta adalah pelaku usaha penyandang disabilitas.

Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia, Edwin Cheah, menegaskan komitmen perusahaannya untuk tumbuh bersama masyarakat. “UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia membutuhkan dukungan penuh. Program ini hadir untuk membantu UMKM lokal, termasuk pelaku usaha penyandang disabilitas, mendapatkan akses dan edukasi langsung dari para ahlinya,” ujar Edwin.

Sinergi Lintas Sektor

Kota Solo, yang memiliki lebih dari 13.200 UMKM, menyambut baik kolaborasi strategis ini. Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Surakarta, Agung Riyadi, S.Sos, S.H, M.M., menyatakan rasa terima kasihnya atas inisiatif yang dinilai sangat tepat sasaran.

“Kami berharap program ini dapat menjadi langkah nyata dalam menciptakan UMKM yang tangguh, berdaya saing, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” kata Agung Riyadi saat meresmikan kegiatan.

Sementara itu, Ketua Yayasan BEDO, Jeff Iskandarsjah, menambahkan bahwa sinergi dengan MR.D.I.Y. memungkinkan jangkauan program menjadi lebih luas. “Bersama MR.D.I.Y. Indonesia, kami dapat menjangkau lebih banyak pelaku UMKM di Solo. Ini menjadi langkah penting untuk menciptakan dampak positif bagi perekonomian daerah,” jelasnya.

Program “UMKM Tumbuh Bersama” di Solo ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah sukses berjalan di Banyuwangi dan beberapa kota di Sumatera Barat. Langkah ini membuktikan komitmen MR.D.I.Y. dalam memberikan kontribusi nyata yang berkelanjutan bagi denyut nadi perekonomian lokal di seluruh Indonesia. (*)