Mobil Operasional MBG di Purworejo Tertabrak KA, Dua Orang Meninggal
Sudah beberapa kali kejadian di sini. Harapannya segera dibuat palang pintu.
KORANBERNAS.ID, PURWOREJO – Satu unit mobil operasional Makan Bergizi Gratis (MBG) Desa Botodaleman Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo, tertabrak kereta api (KA), Minggu (19/10/2205) siang.
Kecelakaan maut tersebut terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Dewi, Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo. Mobil MBG tersebut tertabrak Kereta Api (KA) Mataram relasi Solo Balapan–Pasarsenen hingga terseret dan tercebur kolam di sisi rel.
Akibat peristiwa itu dua orang yang berada di dalam mobil menjadi korban. Seorang bernama Retno Yugo Pamungkas meninggal dunia di lokasi. Sementara seorang lainnya bernama Nur Syarifudin semula mengalami luka berat dan dalam kondisi kritis, kini meninggal dunia.
Warga setempat, Abdul Wahab Setiawan, mengatakan, dirinya mendengar suara benturan keras dari arah rel sebelum mengetahui ada kecelakaan. “Awalnya kami dengar suara keras sekali. Warga keluar rumah, dan ternyata mobil sudah nyemplung di kolam dekat rel. Dua korban sudah di luar mobil,” ujarnya kepada wartawan di lokasi.
Tanpa palang
Abdul menjelaskan, perlintasan tempat kejadian merupakan jalur aktif tanpa palang pintu yang kerap dilalui kendaraan warga antar-desa. Dia berharap pemerintah segera membangun palang pintu atau underpass di lokasi tersebut.
“Sudah beberapa kali kejadian di sini. Harapannya segera dibuat palang pintu, karena ini jalan kabupaten dan ramai dilalui,” katanya.
Kapolsek Bayan AKP Tulus Priyanto menyatakan benar adanya kecelakaan tersebut. Mobil operasional MBG yang tertabrak merupakan kendaraan dinas milik penyedia layanan program makan bergizi gratis untuk sekolah di wilayah setempat.
“Benar, kendaraan itu merupakan mobil operasional MBG. Di dalamnya terdapat dua orang. Satu meninggal dunia di tempat, dan satu dibawa ke RS Palang Biru Kutoarjo,” jelas AKP Tulus.
Penggantian lokomotif
Benturan keras membuat mobil terpental sekitar sepuluh meter dan tercebur ke genangan air di bawah jalur rel.
Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyebutkan seluruh awak dan penumpang KA 75 Mataram dalam kondisi selamat.
Setelah insiden, kereta sempat berhenti di Stasiun Kutoarjo untuk pengecekan rangkaian dan penggantian lokomotif sebelum melanjutkan perjalanan pada pukul 12:38.
“KAI Daop 6 Yogyakarta menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang yang terdampak dan mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati, disiplin, serta mematuhi rambu-rambu di perlintasan sebidang,” kata Feni melalui keterangan tertulis. (*)
Wahyu Nur Asmani EW
