Misteri Hilangnya Pencari Ikan di Sungai Luk Ulo Terjawab, Tim SAR Temukan Korban
Tim SAR gabungan temukan jenazah Pujiono, pencari ikan yang tenggelam di Sungai Luk Ulo Kebumen
KORANBERNAS.ID, KEBUMEN – Upaya pencarian intensif yang dilakukan tim SAR gabungan terhadap Pujiono (55), pencari ikan asal Desa Kedunggong, Kecamatan Karanggayam, akhirnya membuahkan hasil. Setelah dinyatakan hilang selama sepekan, jenazah korban ditemukan mengapung di aliran Sungai Luk Ulo, Selasa (7/4/2026).
Penemuan ini mengakhiri operasi pencarian besar-besaran yang sempat menyisir aliran sungai hingga ke arah muara di wilayah selatan Kebumen.
Humas BPBD Kebumen, Heri Purwoto, menjelaskan bahwa proses pencarian Pujiono bukan perkara mudah. Sejak dilaporkan hilang pada Rabu (1/4/2026) siang saat tengah menangkap ikan tanpa pancing, tim gabungan langsung mengerahkan kekuatan penuh.
Medan yang luas dan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri. Tim penolong bahkan melakukan penyisiran hingga ke muara Sungai Luk Ulo di Kecamatan Klirong, yang berjarak puluhan kilometer dari lokasi awal kejadian.
"Pencarian dilakukan di air dan menyisir tepian sungai. Kami juga menerjunkan teknologi drone hingga anjing pelacak untuk mengoptimalkan pencarian di titik-titik sulit," ujar Heri kepada koranbernas.id, Rabu (8/4/2026).
Heri menambahkan, tim sempat memperkirakan korban terseret hingga puluhan kilometer ke arah hilir. Hal ini didasari pada kondisi cuaca pasca-kejadian di mana wilayah aliran sungai Luk Ulo diguyur hujan lebat yang mengakibatkan debit air meningkat dan arus menjadi sangat deras.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan jenazah korban ditemukan sekitar 3,6 km ke arah hilir dari titik awal tenggelam. Meskipun jaraknya tidak sejauh muara, luasnya area pencarian yang mencapai radius 40 kilometer dilakukan sebagai langkah antisipasi maksimal tim di lapangan.
Tragisnya, meski pencarian telah meluas hingga ke muara, jasad pria paruh baya ini akhirnya ditemukan masih di wilayah desanya sendiri dalam kondisi meninggal dunia.
"Korban yang pamit mencari ikan ditemukan meninggal di desanya," imbuh Heri.
Saat ini jenazah telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga yang beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat musim hujan, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan mengingat karakter Sungai Luk Ulo yang kerap berubah drastis saat cuaca ekstrem melanda. (*)
Nanang W Hartono
