Menjelang Hari Raya Idul Adha Harga Sapi Naik

Umumnya sapi cokelat dan putih lebih tinggi harganya dibandingkan hitam.

Menjelang Hari Raya Idul Adha Harga Sapi Naik
Pasar hewan Prambanan Klaten saat pasaran, Rabu (6/5/2026). Saat ini harga ternak sapi mengalami kenaikan. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Tiga minggu menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026, harga ternak sapi di pasar hewan Prambanan Klaten mengalami kenaikan. Meski naik, namun stok ternak untuk kurban masih aman.

Ditemui di Pasar Hewan Prambanan, Rabu (6/5/2026), Paijo, salah seorang pedagang sapi mengatakan kenaikan harga rata-rata kisaran Rp 3 juta hingga Rp 4 juta per ekor.

Namun demikian, dirinya tidak bisa memastikan apakah kondisi ini akan naik terus hingga hari H tanggal 27 Mei atau tidak. "Biasanya kalau ternaknya banyak, harga cenderung turun. Tapi saya tidak tahu juga apakah harganya akan naik terus atau tidak," kata warga Desa Tibayan Kecamatan Jatinom itu.

Selain di pasar hewan Prambanan, Paijo juga pedagang ternak di pasar sapi Bonyokan Jatinom saat pasaran Legi.

Stok aman

Koordinator pasar hewan Prambanan, Kusno Junianto, saat ditemui di kantornya mengatakan sebelumnya harga ternak sapi Rp 20 juta sekarang naik menjadi Rp 24 juta. Meski harganya naik tapi stok untuk kebutuhan hewan kurban cukup aman. Sebab, kata dia, ternak sapi yang masuk pasar hewan Prambanan dari wilayah Kabupaten Klaten dan DIY.

Kusno menambahkan, harga ternak sapi juga dipengaruhi oleh warna. Umumnya sapi cokelat dan putih lebih tinggi harganya dibandingkan hitam.

Pasar hewan Prambanan buka saat pasaran Pon dan Legi. Pasaran Pon lebih ramai karena tidak bersamaan dengan pasaran di lain lokasi. Berbeda dengan pasaran Legi yang bersamaan dengan pasaran hewan Bonyokan Jatinom.

Sementara itu, tenaga kesehatan hewan di pasar hewan Prambanan, Margito, mengemukakan seluruh ternak yang masuk pasar hewan Prambanan diperiksa kondisinya. (*)