Melintasi Rute Bersejarah di Sedayu, Gowes Ceria Merekatkan PTS di DIY

Aptisi rutin dua bulan sekali mengadakan gowes secara bergiliran di kampus-kampus swasta di DIY.

Melintasi Rute Bersejarah di Sedayu, Gowes Ceria Merekatkan PTS di DIY
Gowes Ceria Aptisi wilayah V, Sabtu (12/7/2025). (istimewa)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menjadi tuan rumah Gowes Ceria Asosiasi Perguruan Tinggi swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah V dan LL DIKTI  Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (12/7/7/2025), dengan start dan finish di Kampus 1 Jalan Wates Km 10 Sedayu Bantul.

Tampak hadir Kepala LLDIKTI V Prof Setyabudi Indartono, Kepala Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia Kemdiktisaintek Dr Bhimo Widyo Andoko dan para mantan Kepala LLDIKTI V yakni  Prof Budi Wignyosukarto, Prof Bambang Supriyadi, Prof Didi Achjari dan Prof Aris Junaidi.

Rektor UMBY, Dr Agus Slamet, menyampaikan ucapan selamat datang kepada ratusan peserta yang berasal dari semua perguruan tinggi swasta yang ada di DIY.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada peserta gowes ceria pada hari ini dan tentunya saya memohon maaf seandainya dalam penyelenggaraan ada banyak kekurangan," katanya.

Peserta Gowes Ceria melintasi area persawahan yang indah. (istimewa)

Kepala Humas UMBY, Widarta MM, mengatakan mereka mencari rute bersejarah yang ada di wilayah Sedayu sekaligus  untuk mengenalkan sejarah di masa lalu kepada para peserta. Di antaranya ke Museum Memorial HM Soeharto yang merupakan tempat kelahiran dari Presiden ke-2 Republik Indonesia. Lalu melewati wilayah Kemusuk Argomulyo tempat lahirnya pendiri Universitas Mercu Buana Yogyakarta yakni HR Probosutedjo yang  dulu bernama Universitas Wangsa Manggala. Juga HR Noto Suwito yang menjabat Lurah Argomulyo kala itu.

Peserta juga melintasi wilayah tertembaknya ayahanda Probosutedjo yang bernama R Atmo Prawiro oleh Belanda, lalu  diajak melintasi Monumen Brimob dan tempat bersejarah lain serta persawahan dan permukiman penduduk. Jarak tempuh total 15 kilometer. "Kita ingin mengajak para peserta gowes mengenang perjuangan para pendahulu," katanya.

Ketua panitia Gowes Prof Edy Suandi Hamid mengaku senang karena para peserta berkeliling melihat lokasi yang natural, alam  yang sangat hijau dan segar serta diajak mengenang tempat-tempat bersejarah yang ada di wilayah Sedayu.

"Jadi memang kami dari Aptisi secara rutin dua bulan sekali mengadakan gowes secara bergiliran di kampus-kampus swasta yang ada di DIY. Ini sekaligus untuk merekatkan kekeluargaan dan komunikasi antar PTS serta untuk menyampaikan persoalan-persoalan yang ada, lalu  dikomunikasikan dengan cara yang santai dalam gowes ini. Juga cari solusi bersama," kata Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) tersebut. Gowes kali ini diikuti 250 peserta. (*)