Menu MBG di Purworejo Menuai Sorotan
KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Menu makanan bergizi gratis (MBG) bagi pelajar selama bulan suci Ramadhan 1447 H menuai sorotan. Menu yang disajikan dianggap kurang sesuai. Ketua PGRI Purworejo Irianto Gunawan mengatakan keprihatinannya terhadap menu MBG Ramadhan yang diganti dengan makanan kering.
MBG, menurutnya harus makanan yang memenuhi standar empat sehat lima sempurna, yaitu ada unsur karbohidrat, lauk pauk (bisa tahu, tempe, daging dan telur), sayuran hijau, buah dan susu. "Saya melihat postingan MBG Ramadhan ada potongan singkong goreng, walaupun itu ada kandungan karbohidrat tetapi tidak seberapa. Menurut saya singkong goreng kurang pas sebagai menu MBG," terangnya, Jumat sore (27/2/2026).
Dia menilai keberadaan BGN (badan gizi nasional) melalui MBG tersebut adalah untuk meningkatkan gizi anak. "Saat ini kami masih diam saja, menunggu laporan dari anggota PGRI. Dan saat ini belum ada laporan.
Kami akan menunggu laporan dan akan memberikan pendampingan," jelasnya.
Ketua PGRI Purworejo menambahkan, selama bulan puasa masih memaksakan diri membagikan menu MBG. "Siswa siswi kan mayoritas beragama Islam, selama bulan Ramadhan tentunya berpuasa, tidak mendapat MBG sebenarnya tidak apa-apa," tandasnya.
Sementara Ketua DPRD Tunaryo memberikan tanggapan terkait maraknya protes menu MBG edisi Ramadhan 1447 H. Pihaknya mempersilahkan masyarakat untuk membagikan menu MBG ke publik dan jika ada keluhan silakan diadukan.
"Silahkan jika ada yang keberatan dengan menu MBG diadukan saja. Kami siap menerima aduan MBG dari siswa atau masyarakat," jelasnya.
Dia juga menambahkan sebaiknya guru jangan dilibatkan untuk 'tukang icip-icip' menu MBG. "Jangan libatkan guru untuk mencicipi menu MBG, sebaiknya petugas SPPG saja. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," jelasnya. (*)
Wahyu Nur Asmani EW
