Mahasiswa KKN Unsoed Praktik Budi Daya Maggot di Wonosobo
Mahasiswa berharap budaya pengelolaan limbah organik dapat semakin tumbuh di tengah masyarakat.
KORANBERNAS.ID, WONOSOBO -- Sebanyak 20 mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) menggelar kegiatan edukasi dan praktik budi daya maggot bersama Karang Taruna Desa Kalikuning, Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo.
Kegiatan yang diselenggarakan di rumah perangkat desa setempat melibatkan warga serta Karang Taruna. Warga antusias mengikuti kegiatan itu. Program ini menjadi wujud nyata sinergi mahasiswa dan masyarakat dalam upaya penanganan permasalahan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah organik.
Kegiatan diawali penyampaian materi oleh Muhammad Malik Azhar dari Fakultas Peternakan. Dia menjelaskan manfaat budidaya maggot dari aspek ekologi, pertanian hingga nilai ekonominya sekaligus menjelaskan tahapan untuk budi dayanya.
Peserta diberi pemahaman tentang siklus hidup maggot, jenis pakan, teknik pembuatan kandang serta sistem pengelolaan yang tepat.
Terbukti efektif
“Sampah dapur dan limbah organik rumah tangga yang selama ini menumpuk dan mencemari lingkungan yang menyebabkan bau tak sedap diarahkan menjadi sumber daya produktif dengan budi daya larva lalat Black Soldier Fly (BSF) atau lazim disebut maggot,” ujar Muhammad Malik Azhar melalui siaran pers, Kamis (7/8/2025).
Menurut dia, budi daya maggot dipilih karena terbukti efektif mempercepat proses penguraian limbah organik sekaligus menghasilkan pakan ternak kaya protein. “Upaya ini tidak hanya mendukung prinsip ekonomi sirkular, tetapi juga membuka peluang usaha baru berbasis lingkungan yang ramah dan berkelanjutan,” jelasnya.
Usai penyampaian materi, warga serta Karang Taruna mengikuti praktik pembuatan media fermentasi dan kandang maggot secara langsung. Pendekatan edukatif ini bertujuan agar peserta tidak hanya memahami secara teori, tetapi mampu mengaplikasikan secara mandiri di lingkungan masing-masing.
Program ini merupakan bagian dari tema besar KKN-PPM Optimalisasi Sampah Organik melalui Budidaya Maggot sebagai Langkah Ekologis dan Ekonomis.
Dosen pembimbing
Kegiatan ini didampingi dosen pembimbing lintas fakultas dari Unsoed yakni Prof Dr Ir Elly Tugiyanti dan Sri Hartini SH MH serta kolaborator eksternal dari Universitas Wijayakusuma Purwokerto, Sully Kemala Octisari M Sc Ak SE.
Mahasiswa berharap budaya pengelolaan limbah organik dapat semakin tumbuh di tengah masyarakat. Budi daya maggot diharapkan menjadi solusi berkelanjutan yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi dan kemandirian warga Desa Kalikuning dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan dan isu lingkungan. (*)
Nanang W Hartono
